Mengenal Sleepwalking, Penyebabnya dan Cara Pencegahannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gangguan tidur sambil berjalan yang biasa disebut dengan Sleepwalking atau Somnabulisme, merupakan suatu kondisi seseorang yang tengah tertidur, namun terbangun tanpa disadari.

Tak hanya terbangun, ia juga tidak merespon saat kejadian dan melakukan sesuatu yang bisa saja membahayakan nyawanya. Sebab, saat Sleepwalking, ia tidak akan merasakan dan mengingat apapun yang telah dilakukannya saat Sleepwalking terjadi.

Sleepwalking biasa terjadi diusia anak-anak, namun tak dapat dipungkiri usia dewasa pun bisa saja mengalami Sleepwalking. Namun hal yang memengaruhi Sleepwalking diusia dewasa biasanya karena faktor kesehatannya yang menurun, kelelahan, stres dan depresi.

Berikut beberapa penyebab Sleepwalking yang terjadi diusia dewasa:

1. Kelelahan

Kelelahan bisa menjadi penyebab dari Sleepwalking pada usia dewasa. Banyaknya kegiatan yang dilakukan serta kurangnya waktu untuk beristirahat akan membuat tubuh menjadi lemas dan kelelahan. Hal itulah menjadi pemicu terjadinya Sleepwalking.

2. Jam tidur yang kacau

Waktu tidur yang seharusnya 8 jam lamanya, menjadi kacau karena banyak kegiatan, ataupun karena gangguan jam tidur seperti insomnia. Akan menjadi penyebab terjadinya Sleepwalking dan menjadi penyebab beberapa penyakit lain ikut bermunculan.

3. Stres

Banyaknya tekanan yang didapat, kewalahan saat mengerjakan sesuatu atau tekanan yang berasal dari dalam dirinya tentu bisa membuat stres. Hal tersebut memicu sulitnya untuk tidur karena kegelisahan dan banyaknya pikiran. Tak hanya kesulitan tidur di malam hari, stres juga bisa menyebabkan tidur berjalan atau sleepwalking.

4. Depresi

Banyak yang beranggapan jika stres dan depresi merupakan hal yang sama. Depresi disebabkan oleh penyakit mental yang membawa dampak buruk pada suasana hati karena emosi yang naik turun, selera makan, pola tidur dan stamina tubuh. Orang yang depresi bisa saja kehilangan semangat dalam hidupnya dan tidak mempunyai motivasi dalam menjalankan kehidupannya.

5. Pengaruh pengobatan

Pengaruh pengobatan ini biasanya terjadi jika sedang dalam pengobatan gangguan psikiatris, pengobatan pada gangguan insomnia yang dibantu dengan hipnotik, serta pengobatan untuk penyembuhan gangguan kecemasan yang dibantu dengan sedatif.

Itulah beberapa penyebab dari Sleepwalking yang terjadi diusia dewasa. Jika episode yang terjadi saat Sleepwalking berlangsung lama, dapat membahayakan diri lho!

Jika sering mengalami Sleepwalking, maka segara lakukan pemeriksaan diri pada dokter untuk mendapatkan tindakan dan mengobati gangguan dari Sleepwalking tersebut. Sleepwalking bisa diobati dengan obat-obatan dan dengan bantuan hipnosis.

Tidurlah yang cukup dan hindari hal-hal yang memicu stres agar terhindar dari kelelahan serta dapat mencegah terjadinya Sleepwalking. Inilah beberapa hal yang dapat mencegah atau mengurangi episode Sleepwalking:

1. Membiasakan diri untuk tidur malam diwaktu yang sama setiap harinya. Seperti tidur jam 9 malam, maka tiap hari harus dibiasakan untuk tertidur dijam tersebut. Hal itu untuk menciptakan waktu tidur yang optimal dan stabil.

2. Suasana kamar yang nyaman. Menciptakan suasana kamar tidur yang nyaman bisa membuat kualitas tidur lebih nyenyak dan merasa segar saat bangun dipagi hari.

3. Membiasakan diri untuk buang air kecil sebelum tidur. Karena tidur dengan kandung kemih yang penuh akan membuat tidur menjadi tidak nyaman dan tidak nyenyak.

4. Membiasakan diri mengatur jadwal bermain handphone dimalam hari. Seperti memberi ketegasan pada diri sendiri untuk berhenti bermain handphone pada jam tidur yang sudah ditentukan.

5. Hindari meminum minuman yang mengandung kafein ataupun alkohol saat akan tertidur atau dijam yang sudah dijadwalkan untuk waktunya tertidur

6. Merilekskan tubuh sebelum tidur. Hal ini membuat tubuh menjadi rileks dan dapat menciptakan kualitas tidur yang nyaman.

Mari hindari bahkan kurangi gejala-gejala yang menjadi penyebab dari Sleepwalking, walaupun tidak selalu membahayakan tapi lebih baik menghindari agar tidak terjadi hal-hal yang buruk saat episode Sleepwalking terjadi.

Reporter : Adinda Putri Nur Afifah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini