Mayang Kepergok Di-briefing Sebelum Jawab Pertanyaan Wartawan, Netizen: Sah-sah Aja

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belum lama ini, adik mendiang Vanessa Angel, Mayang, bikin geger sosial media. Pasalnya, putri Doddy Sudrajat ini kepergok dibriefing sang tante sebelum menjawab pertanyaan dari wartawan.

Di tengah kehebohan itu, banyak netizen yang justru bersikap sebaliknya. Mereka menganggap apa yang dilakukan Mayang normal layaknya artis yang diberi arahan sang manager.

“Suka-suka dia woy.”

“Normal perasaan deh.”

“Sah-sah aja, emang wajar.”

Menururt warganet, apa yang dilakukan Mayang dengan sang atnte yang sekaligus manager-nya itu adalah hal yang biasa. Netizen pun meminta haters Mayang agar tak membesar-besarkan masalah ini.

Sebelumnya, Mayang kepergok mematikan suaranya saat melakukan live di Instagram. Hal itu, lantaran tante sekaligus manager Mayang memberi arahan padanya jika menjawab pertanyaan wartawan.

“Nanti kalau ditanya wartawan,” begitu penggalan kalimat sang mamager sebelum di-mute oleh Mayang.

Sontak, video itu pun viral di sosial media. Tak sedikit warganet langsung mencibir Mayang yang kepergok diarahkan sebelum menjawab pertanyaan awak media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini