Maudy Ayunda dan Jesse Choi Bulan Madu di Perpustakaan, Netizen: Orang Pinter Beda

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah resmi menikah pada 22 Mei 2022 lalu secara tertutup di kediamannya, dan mengadakan resepsi pernikahan di Bali, kini Maudy Ayunda dan Jesse Choi memilih Thailand menjadi destinasi bulan madunya.

Namun, bulan madu pengantin baru tersebut sangat berbeda dengan yang lainnya. Jika pengantin baru biasanya menghabiskan waktu bulan madu dengan mendatangi tempat yang bernuansa romantis, Maudy dan Jesse justru mengunjungi perpustakaan.

Hal tersebut diketahui setelah Maudy Ayunda mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan Jesse Choi dan berlatar di perpustakaan.

Jesse Choi dan buku-buku tersebut rupanya menjadi potret yang sempurna untuk menggambarkan hal yang paling disukai oleh wanita berusia 27 tahun itu.

“My favourite things in one frame,” tulis Maudy.

Tempat yang dipilih Maudy dan Jesse untuk menghabiskan waktu bersama menuai sorotan netizen.

Maudy Ayunda dan Jesse Choi pun tampak sangat menikmati suasana di perpustakaan tersebut.

Banyak yang tak mengira bahwa Maudy dan Jesse memilih perpustakaan untuk didatangi selama masa bulan madu.

Bahkan, adik dari Maudy Ayunda, Amanda Chairunnisa mengejek kakaknya dengan sebutan kutu buku.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Maudy Ayunda (@maudyayunda)

“NERD,” tulis adik Maudy Ayunda.

“Malam minggu aja di perpus. Beda ya,” tulis netizen.

“Ngedate nya di library terus,” tambah netizen.

“Orang pinter lagi bucin,” ujar netizen.

“Orang pinter pacaran di perpus ga ke mall,” timpal netizen.

“Bucinnya human pinter beda ya tsayyy,” kata netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

WNA Operator Judi Daring Ditangkap, Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Siber

Oleh: Ira Nurdini )*Pemerintah terus memperkuat pengawasan siber nasional menyusulterbongkarnya praktik judi daring internasional yang melibatkan ratusanwarga negara asing di Jakarta Barat. Langkah cepat aparat dalammengungkap jaringan tersebut dinilai menjadi bukti keseriusan negaradalam menjaga ruang digital Indonesia dari ancaman kejahatantransnasional yang semakin kompleks.Pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan Bareskrim Polriterhadap aktivitas mencurigakan di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Dari hasil operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan321 warga negara asing yang diduga menjalankan operasional judi daring secara terorganisir.Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa penyidik saat ini masih terusmengembangkan kasus guna memburu aktor utama dan pihak perekrutyang berada di balik jaringan internasional tersebut. Polisi juga telahmengantongi data sponsor yang diduga membawa ratusan operator asingke Indonesia.Menurut Wira, proses pemeriksaan masih difokuskan pada pendalamanperan masing-masing pelaku, termasuk kemungkinan adanya pengendaliutama yang mengatur seluruh aktivitas perjudian daring tersebut. Hinggakini, penyidik baru menemukan pihak yang berperan sebagai koordinatordi tiap divisi pekerjaan.Keberadaan jaringan dengan struktur kerja yang rapi memperlihatkanbahwa praktik judi daring internasional kini dijalankan secara profesionaldan memanfaatkan sistem digital yang sulit dideteksi. Karena itu, aparattidak hanya berfokus pada penangkapan operator lapangan, tetapi jugapenelusuran terhadap jaringan yang lebih besar.Dari total 321 warga negara asing yang diamankan, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari berbagai negaraseperti Vietnam, China, Laos, Myanmar,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini