Mau Tahu Gaes? Segini Lho Biaya Pernikahan Rizky Billar dan Lesti

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Prosesi pernikahan Lesti Kejora dan Lesti Billar sangat mewah. Untuk semua acara itu, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan.

Sebelum acara akad, digelar beberapa rangkaian acara seperti lamaran, siraman, pengajian, resepsi, malam bainai, hingga unduh mantu. Semua acara itu disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi.

Untuk menggelar acara tersebut, dipastikan biaya yang dikeluarkan tidak murah. Manajer Billar, Derry Syahputra mengaku ada beberapa biaya yang ditanggung sponsor, tapi Billar tetap mengeluarkan dana pribadi yang jumlahnya sangat besar.

“Beberapa ada endorsment, pasti ada. Tapi hampir semuanya billar tanggung jawab. Kalau seandainya Billar belum siap menikahi seorang wanita, berarti Billar belum bisa bayar itu semua,” kata Derry, di akun YouTube Afdhal Yusman.

“Biaya yang dikeluarkan dia nggak kecil. Gede banget. Billar itu bertanggung jawab. Kalau dia tidak bisa bayar rangkaian acara itu, berarti dia belum siap dong menghidupi Lesti. Dia kan menghidupi Lesti harus pakai uang, materi, pakai duit. Bayar apa pun pakai duit,” ujarnya.

Derrry menyebut, untuk menggelar rangkaian acara pernikahannya dengan Lesti, Billar merogoh kocek hingga miliaran Rupiah.

“Duit yang dikeluarkan Billar nggak jutaan atau ratusan juta. M-an (miliar). Kalau ada netizen yang menyebut (acara itu) di-endorse, yang mana? Dia bayar. Ada buktinya sama gue, invoice-nya,” ucapnya.

“Billar sendiri yang bayar ke bank. Bisa tanya langsung sama pihak bank. Berapa dia keluar duit. Billar bayar. Aku masih ada notanya,” katanya.

Meski demikian, bukan berarti Lesti tak turut campur dalam acara tersebut. Dia juga mengeluarkan biaya untuk acara pihak wanita.

“Jangan dipikir Lesti tidak keluar uang. Lesti juga keluar uang. Karena ada pihak wanita yang membayar untuk acaranya wanita. Pamali pihak laki-laki yang membayar itu,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini