Manfaat Video Game untuk Kesehatan Tubuh

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bermain video game ternyata bukan hanya untuk hiburan semata. Video game rupanya punya beragam manfaat untuk tubuh. Dilansir dari Medical Daily, berikut sejumlah manfaat kesehatan yang bisa kamu peroleh dari bermain video games.

Melepaskan Dopamin
Ketika berada dalam kondisi senang, otak bakal melepaskan dopamin atau hormon bahagia. Bermain game merupakan salah satu hal yang bisa melepaskan dopamin dengan cukup mudah dan membuatmu bersiap kembali menjalani aktivitas.

Membuat Otak dalam Kondisi Meditatif
Bermain game bisa menimbulkan sensasi dan perasaan yang serupa dengan meditasi terutama ketika kamu memainkan game kesukaan. Hal ini membuatmu menjadi sangat terlibat dengan permainan dan diketahui bisa memulihkan dirimu dari melakukan rutinitas yang membosankan.

Mengistirahatkan Diri dari Kesibukan
Ketika bermain video games kamu bakal merasa istirahat dan terlepas dari kesibukan yang kamu alami. Permainan yang kamu lakukan bakal menimbulkan rasa puas dalam diri. Sebuah penelitian menemukan bahwa lebih dari 60 persen eksekutif perusahaan bermain game ketika beristirahat dari kerja setiap hari.

Mengekspresikan Kreativitas dan Kebebasan
Ketika bermain game, kamu bakal mendapatkan lebih banyak kreativitas dan kebebasan. Bermain game bergenre sandbox atau simulasi juga bisa membuatmu menunjukkan dan melatih kreativitas yang kamu miliki.

Meningkatkan Interaksi Sosial
Pada beberapa jenis game, interaksi sosial yang kamu alami bisa meningkat baik secara daring maupun luring. Hal ini membuatmu menjadi lebih terhubung dengan orang lain dan berbagi perasaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini