Makin Gak Tahan, Kim Kardashian Sebut Postingan Kanye West Meresahkan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Selebritis dunia, Kim Kardashian nampaknya makin geram dengan sang mantan suami, Kanye West. Pasalnya, belakangan ini West kerap mengunggah postingan yang menyeret nama Kim.

Hal itu bermula dari Kim yang mengajukan dokumen baru atas respons penolakan Kanye terhadap permintaannya untuk mengembalikan statusnya kembali menjadi lajang.

Dalam dokumen yang diajukan itu, menurut laporan TMZ, artis 41 tahun tersebut mengatakan kepada hakim dia meminta Kanye untuk menjaga perceraiannya tetap privat.

“Tapi dia tidak melakukannya. Kanye telah membuat banyak informasi salah terkait masalah pribadi mereka dan pengasuhan bersama di media sosial yang menyebabkan stres emosional,” kata Kim dikutip dari Aceshowbiz.

Tak sampai di situ, Kim bahkan menyebut tindakan Kanye menyebarkan informasi salah di media sosial membuatnya stres dan tak tahan lagi.

“Tuan West telah menyebarluaskan di media sosial komunikasi pribadi pihak kedua dan informasi yang salah mengenai masalah pribadi keluarga dan pengasuhan bersama, yang menyebabkan stres emosional,” ucapnya.

Sebelumnya, West sempat menyebarluaskan isi percakapannya dengan Kim Kardashian ke akun Instagramnya. Bahkan, Kim beberapa kali meminta West agar berhenti melakukan itu dan menjaga percakapan mereka tetap privat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Disiplin Operasional Demi Integritas MBG

Oleh : Rivka Mayangsari*) Komitmen negara dalam membangun generasi sehat dan unggul tidak hanya diwujudkan melaluikebijakan besar, tetapi juga melalui disiplin operasional di lapangan. Inilah yang kini ditegaskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatanpengawasan dan penegakan aturan menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap proses berjalan sesuaistandar, transparan, dan berorientasi pada kepentingan anak-anak Indonesia sebagai penerima manfaatutama. Salah satu fokus utama BGN adalah penegakan disiplin penggunaan mobil operasional Satuan PelayananPemenuhan Gizi (SPPG). Kendaraan tersebut secara tegas dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti berbelanja atau urusan lain di luar distribusi MBG. Mobil operasional merupakan bagian vital darirantai distribusi makanan bergizi. Penyimpangan sekecil apa pun berpotensi mengganggu efektivitas dan kredibilitas program. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dalam Rapat Koordinasi bersama Kepala SPPG, PengawasKeuangan, dan Pengawas Gizi se-Solo Raya, menegaskan pentingnya penggunaan kendaraan sesuaiperuntukannya. Ketegasan BGN bukan sekadar imbauan administratif. Nanik yang juga membidangiKomunikasi Publik dan Investigasi menegaskan sanksi tegas bagi Kepala SPPG yang terbukti melanggaraturan. Ancaman sanksi ini mencerminkan keseriusan BGN dalam menjaga marwah program strategisnasional. MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan investasi negara terhadap kualitas sumberdaya manusia. Karena itu, integritas pelaksanaannya tidak boleh ditawar. BGN juga menekankan pentingnya independensi Kepala SPPG. Mereka diminta menolak tegas jika adamitra atau pemasok yang mencoba memanfaatkan kendaraan operasional untuk kepentingan di luardistribusi MBG. BGN menegaskan bahwa pemasok wajib menyediakan kendaraan sendiri untukmengangkut bahan pangan ke dapur SPPG. Ketegasan ini bertujuan menghindari konflik kepentingan dan memastikan tidak ada celah penyimpangan dalam rantai logistik. Dengan menjaga independensi, Kepala SPPG dapat fokus pada misi utama: memastikan makanan bergizisampai tepat waktu dan dalam kondisi aman kepada anak-anak penerima manfaat. Disiplin operasionalbukan sekadar soal aturan teknis, tetapi bagian dari etika pelayanan publik yang mengutamakankepentingan masyarakat. Selain kendaraan operasional, BGN memberi perhatian besar pada pengawasan bahan baku pangan. Proses penerimaan bahan baku di dapur SPPG dinilai sebagai titik krusial dalam menjaga keamananpangan. Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini