Makin Gak Beres! Nih 10 Gaya Pacaran Anak Zaman Now, Kamu Termasuk?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Budaya pacaran saat ini sudah makin melekat di kalangan masyarakat Indonesia. Gak cuma remaja dan orang dewasa, anak-anak di bawah umur pun kini sudah berani pacaran di depan umum.

Kelakuan anak zaman now memang seringkali bikin geleng-geleng kepala. Mirisnya, di usia yang masih belia dan segala kebutuhan yang masih dibiayai orangtua, mereka udah gak malu mesra-mesraan di depan umum sekalipun.

Bisa dibilang, gaya pacaran anak muda zaman sekarang sudah tidak sehat. Mau lihat seperti apa gaya pacaran anak zaman now? Nih beberapa buktinya!

1. Pacaran sih, tapi kok sama-sama sibuk sama handphone sendiri?

2. Belajar aja dulu yang bener, adek-adek.. Masih kelas 6 aja udah manggil Ayah-Bunda.

3. Iya, sayang. Aku juga sayang kamu…

4. Anak SMP zaman dulu sih masih main warnet, kalau anak SMP zaman sekarang udah berani kasih surprise ke pacar yang ulang tahun.

5. Dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak aja.

6. Anget gak tuh dipeluk sama Masnya?

7. Cup, cup, cup. Jangan sedih dong, kan ada aku di sini..

8. Senangnya yang udah resmi pacaran. Pacar barunya sampai dipeluk gitu..

9. “Samudera pun akan Abang arungi demi mendapatkan cintamu, Dek.”

10. Bulan puasa malah pacaran. Kalau bantuin ibu bikin makanan buka puasa, kan nggak akan kena razia kayak gini.

Nah itu dia beberapa gaya pacaran anak zaman now. Semakin ke sini, tingkah lakunya semakin mengerikan aja. Mungkin, ini efek dari tontonan sehari-hari kali ya…

Mereka jadi suka mengumbar gombalan dan kemesraan di tempat umum gitu. Ada baiknya, orangtua juga mengawasi pergaulan anaknya agar terhindar dari pergaulan bebas. Pacaran boleh, tapi ingat batas ya, guys! (Dinda)

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini