Makan Buah Baiknya Sebelum atau Sesudah Makan?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mengkonsumsi buah-buahan sangat penting bagi kesehatan tubuh kita. Selain mengandung banyak vitamin, buah-buahan juga memiliki rasa yang nikmat dan segar.

Namun, mayoritas masyarakat mengkonsumsi buah-buahan sebagai pencucui mulut atau dikonsumsi sesudah makan. Sebenarnya, lebih baik konsumsi buah sebelum atau sesudah makan ya?

Mitos pun bermunculan mengatakan jika konsumsi buah lebih baik sebelum makan atau saat perut kosong. Karena nutrisi dari buah tersebut akan hilang jika dikonsumsi sebelum makan. Namun, nyatanya itu hanya mitos belaka loh!

Pada dasarnya, buah-buahan bisa dikonsumsi kapan saja, baik itu sebelum atau sesudah makan. Namun, buah yang dikonsumsi setelah makan, tidak akan tertimbun dan bisa menyebabkan masalah pencernaan. Tetapi, nutrisi yang ada didalam buah tetap akan dicerna oleh tubuh dengan baik.

Ahli gizi dan diabetes asal Amerika Serikat, Jill Weisenberg mengatakan bahwa proses fermentasi membutuhkan banyak koloni bakteri. Sementara itu, di dalam lambung dipenuhi dengan asam klorida yang akan membunuh berbagai macam bakteri.

Jill pun menambahkan bahwa sistem pencernaan manusia sudah dirancang agar mampu memproses semua jenis makanan sekaligus.

Jadi, yang sebenarnya harus diperhatikan dari mengkonsumsi buah bukanlah kapan waktunya, melainkan seberapa banyaknya.

Meski dikatakan sebagai pencuci mulut yang segar dan kaya vitamin, buah juga memiliki kandungan gula yang tinggi. Jadi hal tersebut juga perlu diperhatikan ya! (Annastasya Rizqa/RyV)

 

Berita Terbaru

Evaluasi MBG sebagai Kunci Keberlanjutan Kebijakan Gizi Nasional

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategispemerintah yang dirancang untuk menjawab tantangan mendasar pembangunansumber daya manusia Indonesia. Di tengah bonus demografi dan masih adanyapersoalan gizi, stunting, serta ketimpangan akses pangan, MBG hadir bukan sekadarsebagai program bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitasgenerasi masa depan. Karena itu, keseriusan pemerintah dalam mengevaluasipelaksanaan MBG patut diapresiasi dan didukung secara konstruktif oleh seluruhpemangku kepentingan. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menegaskan bahwa MBG bukan program yang berjalan tanpa pengawasan. Evaluasi berkala menjadi kunci agar manfaatnyatepat sasaran, berkelanjutan, dan benar-benar berdampak. Menteri Koordinator BidangPangan Zulkifli Hasan, misalnya, menekankan pentingnya evaluasi berbasis data akuratuntuk memastikan bahwa penerima manfaat MBG benar-benar mereka yang membutuhkan. Menurutnya, ketepatan data penerima menjadi fondasi utamakeberhasilan program, karena kesalahan sasaran akan berujung pada inefisiensianggaran dan melemahnya kepercayaan publik. Penekanan pada akurasi data inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin MBG sekadar terlihat besar dari sisianggaran, tetapi juga kuat dari sisi tata kelola. Pendekatan berbasis data tersebut relevan dengan kondisi terkini, di mana pemerintahterus melakukan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sertasinkronisasi dengan data sektoral lainnya. Dengan cara ini, MBG diharapkan mampumenjangkau kelompok rentan, termasuk anak sekolah dan keluarga berpenghasilanrendah, secara lebih presisi. Keseriusan ini mencerminkan pola pikir pemerintah yang adaptif dan terbuka terhadap perbaikan, bukan defensif terhadap kritik. Di sisi lain, aspek kesehatan dan keamanan pangan juga menjadi perhatian utama. Wakil...
- Advertisement -

Baca berita yang ini