Lucy Liu Jadi Villain di ‘Shazam! Fury of the Gods’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Film ‘Shazam! Fury of the Gods’ kedatangan villain baru. Lucy Liu akan memerankan karakter Kalypso.

Bintang film ‘Elementary dan ‘Why Women Kill’, Lucy Liu, resmi bergabung dengan adaptasi komik DC, ‘Shazam! Fury of the Gods’. Di sana, dia akan berperan sebagai Kalypso, saudara kandung villain lainnya, Hespera, yang diperankan Helen Mirren.

Bersama Lucy dan Helen, film ‘Shazam! Fury of the Gods’ kembali menampilkan Zachary Levi sebagai Shazam dan Asher Angel sebagai alter ego Shazam saat remaja, Billy Batson.

David F. Sandberg kembali dipercaya menjadi sutradara dan Henry Gayden menjadi penulis naskah. Kemudian, Peter Safran dipercaya sebagai produser.

Sama seperti Hespera, karakter Kalypso tak memiliki lawan spesifik di komik DC. Kedua karakter tersebut merupakan puti dari Dewa Yunani, Atlas, yang merupakan salah satu sumber kekuatan dari Shazam.

Seperti diketahui, sumber kekuatan Shazam berasal dari Atlas yang punya stamina kuat, Zeus yang berkuasa, kekuatan fisik dari Hercules, dan sifat bijak dari Solomon, kecepatan dai Mercury, dan keberanian dari Achilles.

Lucy bukan nama asing di Hollywood. Setelah memulai karier di ‘Ally McBeal’, kariernya melesat saat membintangi ‘Charlie’s Angels (2000) dan ‘Charlie’s Angels: Full Throttle’ (2003).

Lucy juga membintangi film garapan Quentin Tarantino, ‘Kill Bill’, film peraih Oscar, ‘Chicago’, dan pengisi suara karakter Viper di ‘Kung Fu Panda’.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini