Luar Biasa! Presiden Berikan Paspor Diplomatik Pada BTS

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – BTS baru saja menerima Sertifikat Utusan Khusus Presiden pada Selasa 14 September pagi. Selain itu, Presiden Moon Jae In juga memberikan langsung paspor diplomatik pada ketujuh member tersebut.

Bukan sembarang orang yang bisa dapat paspor ini. Sebab, paspor diplomatik hanya diberikan untuk pejabat (petinggi negara) agar dapat bepergian ke luar negeri untuk tugas resmi negara.

Sebenarnya, terdapat beberapa poin persyaratan untuk mendapatkan paspor diplomatik. Berikut poin yang tidak memenuhi syarat untuk dapat paspor diplomatik:

1. Pelamar dengan catatan kriminal.
2. Pelamar dengan surat perintah penangkapan internasional.
3. Pelamar yang diminati oleh badan intelijen internasional.
4. Pelamar profil tinggi dengan reputasi yang dipertanyakan.
5. Pelamar yang berusia di bawah 30-35 tahun kecuali mereka telah mencapai sesuatu yang luar biasa.

BTS lolos dalam persyaratan karena mereka telah banyak mencapai prestasi yang luar biasa di bawah usia 30-35 tahun. Dengan ini, mereka memungkinkan untuk bepergian ke lebih dari 100 negara tanpa VISA.

Presiden Moon mengaku bangga dan memuji kerja keras BTS karena sudah membantu kepentingan nasional dan mengangkat martabat Korea Selatan pada mata dunia. BTS pun berterima kasih pada Presiden Moon yang telah memberikan mereka kesempatan besar menjadi utusan khusus presiden.

Sebelumnya, Presiden Moon juga telah menganugerahi lencana kebudayaan untuk BTS pada 2018 silam pada tiap membernya. Sebagai bentuk penghargaan bahwa BTS berperan besar dalam penyebaran budaya dan bahasa Korea ke penjuru dunia.

BTS sudah vaksinisasi dan akan melakukan perjalanan dinas pertamanya ke Amerika Serikat pada 19 September sampai 23 September bersama Presiden Moon. Salah satu kegiatannya nanti adalah menghadiri Sidang Umum PBB (UNGA) ke-76 di New York.

Luar biasa! ARMY pasti bangga. Once again, Congratulation BTS!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini