Lepas Perban dan Tampil mengenakan Topeng, Lucinta Luna Banjir Pujian Netizen: Cantik Banget

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lucinta Luna diketahui tengah berada di Korea Selatan untuk menjalankan operasi plastik.

Sempat tampil di media sosial dengan kepala diperban, kini Lucinta Luna tampil kembali dengan kondisi perban di kepala sudah terlepas.

Melalui akun Instagram miliknya @lucintaluna_manjalita, ia tak ragu memamerkan penampilannya pasca menjalani operasi plastik.

Namun, untuk bagian mata dan hidungnya, wanita yang menyebut dirinya adalah ‘Ratu Keabadian’ ini masih menutupinya dengan topeng berwarna kuning keemasan.

“Alhamdulillah Ratu udah sehattt nakkk anakkkk … sekarang udah jadi seutuhnyaaaa,” tulisnya dalam keterangan unggahannya.

Kendati demikian, meski hanya memeprlihatkan bagian bibir saja, pelantun lagu ‘Bobo di Mana’ tersebut berhasil menarik perhatian dan mendapatkan pujian dari netizen.

“Bibirnya manja banget,” tulis netizen.

“Bibirnya cantik,” tambah netizen.

“Mirip yang di penthouse itu tauuuuu. Yang pemeran utamanyaa. Cantik banget,” sahut netizen.

“Cantik banget ini woyy,” timpal netizen.

“Cancikkkk amatttt,” sambung netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini