Kyuhyun Kebingungan usai Sebut Member Super Junior Tinggal 9, Sungmin Hengkang?

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Setelah perilisan album ke-10 mereka “The Renaissance”, tiga anggota Super Junior (SuJu) muncul di Channel YouTube “ODG” untuk video terbaru mereka, “Kids Review K-Pop Star’s Career (feat. Super Junior).” Mereka adalah Yesung, Ryeowook dan Kyuhyun.

Dalam video yang dirilis pada 17 Maret di saluran YouTube ODG, setiap anggota duduk bersama seorang anak untuk melihat kembali karir grup dari debut hingga saat ini. Mereka mulai dengan lagu debut mereka “Twins (Knock Out)” hingga “Super Clap”.

Saat perkenalan, Kyuhyun menjawab singkat kepada seorang anak yang bertanya mengapa Super Junior sekarang hanya memiliki sembilan anggota, dari menjadi 13.

Anak yang duduk bersama Kyuhyun Super Junior adalah Na Ha Eun. Begitu dia melihat idola pria tersebut, dia segera mengenalinya sebagai Kyuhyun, meskipun dia tidak yakin apa profesinya.

Ha Eun pertama kali bertanya bagaimana dia harus memanggil Kyuhyun. Menurut penyanyi itu, Ha Eun bisa memanggilnya “oppa,” tapi anak itu berkata bahwa dia akan memanggilnya “paman” yang kemudian membuat Kyuhyun tertawa.

Kyuhyun Super Junior juga mengklarifikasi bahwa dia adalah seorang idola setelah bocah itu menebak dia adalah seorang entertainer. Gadis berusia 11 tahun itu kemudian menanyakan berapa jumlah anggota yang ada di grup tersebut.

Kyuhyun menjawab, “Awalnya ada 13, sekarang jadi sembilan.”

Dalam keterkejutan, anak itu bertanya mengapa, menyebabkan sang idola berpikir tentang apa yang harus dikatakan. Secara singkat, ia menjawab, “Ini rumit.”

Super Junior awalnya debut pada tahun 2005 dengan 12 anggota, terdiri dari Leeteuk, Han Geng, Kangin, Shindong, Heechul, Yesung, Eunhyuk, Siwon, Sungmin, Ryeowook, Donghae, dan Kibum. Grup ini memiliki 13 anggota ketika Kyuhyun ditambahkan pada tahun 2006.

Grup laki-laki ini memperoleh pengakuan internasional setelah merilis lagu terlaris mereka “Sorry, Sorry” pada tahun 2009. Di tahun yang sama, Han Geng mengajukan gugatan terhadap SM Entertainment karena ia tidak puas dengan panjang kontrak, persyaratan, dan gaji.

Setelah setahun, pengadilan memenangkan Han Geng dan dia secara resmi keluar dari grup pada September 2011. Di tahun yang sama, Super Junior Kibum mengambil istirahat sementara dari kegiatan grup untuk mengejar karir aktingnya, sementara Kangin didakwa dengan mengemudi di bawah pengaruh dan tabrak lari setelah menabrak taksi yang diparkir yang membawa tiga penumpang.

Setelah itu, ia mengumumkan hiatusnya untuk menyelesaikan wajib militer selama dua tahun dan bergabung kembali dengan band setelahnya. Pada Agustus 2015, Kibum mengumumkan untuk keluar dari Super Junior dan SM Entertainment.

Pada Januari tahun ini, ia mengungkapkan alasan hengkang di segmen YouTube bersama mantan rekan sebandnya, Heechul. Dia berbagi bahwa dia secara sukarela meninggalkan grup untuk fokus pada akting.

Pada Juli 2019, Kangin juga berpisah dengan Super Junior, meskipun ia akan mempertahankan kontraknya dengan SM Entertainment dan Label SJ.

Sementara itu, Sungmin belum keluar dari grup, meski sudah vakum sejak 2015. Selain wajib militer, alasan ketidakaktifannya adalah karena dia dikritik karena salah menangani pengumuman pernikahannya dengan aktris Kim Sa Eun.

Penggemar Korea pun mengumumkan bahwa mereka akan memboikot aktivitas Super Junior jika Sungmin bergabung kembali dengan grup. Dan, pada 2021, Super Junior memiliki sembilan anggota, yaitu Leeteuk, Heechul, Yesung, Shindong, Donghae, Eunhyuk, Siwon, Ryeowook, dan Kyuhyun.

Tomton videonya di bawah ini!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini