Kwak Dong Yeon Bongkar Sifat Asli Song Joong Ki dan Taecyeon 2PM di Balik Layar ‘Vincenzo’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kwak Dong Yeon baru-baru ini berbicara tentang pengalamannya menjadi bagian dari drama “Vincenzo”. Ia pun mengungkapkan sifat asli Song Joong Ki dan Taecyeon 2PM saat berada di balik layar.

Kwak Dong Yeon berkomentar bahwa sifat Song Joong Ki seperti Vincenzo sendiri. Aktor 35 tahun itu begitu memperhatikan pemain hingga staf drama ‘Vincenzo’.

“Dia memperhatikan semua orang dengan sangat detail. Dia tidak menunjukkan betapa lelahnya dia meskipun dia memiliki adegan paling banyak untuk difilmkan. Dia selalu menjaga orang dan melihat sekelilingnya,” kata Kwak Dong Yeon.

Aktor itu melanjutkan, “Staf dan aktor di lokasi mungkin merasa hati mereka berdebar-debar setidaknya sekali karena Song Joong Ki. Dengan pertimbangannya yang lembut dan halus serta profesionalismenya dalam menyembunyikan betapa lelahnya dia, dia adalah orang yang luar biasa dari sudut pandang siapa pun.”

Kwak Dong Yeon juga berbicara tentang kakaknya di drama tvN itu, Taecyeon. Dia berbagi, “Taecyeon bekerja keras untuk selalu menciptakan suasana yang cerah di lokasi syuting. Energinya yang menyegarkan sangat menawan. Menurutku pesonanya adalah cara dia menggunakan sisi dirinya itu untuk membuat semua orang bersenang-senang di lokasi.”

Kwak Dong Yeon dan Taecyeon juga memiliki chemistry yang lucu dengan pengacara Han Seung Hyuk (diperankan oleh Jo Han Chul). Kawk Dong Yeon berbagi, “Meskipun saya yang termuda, [Jo Han Chul] merangkul semua adlib yang ingin saya coba. Adegan yang dinikmati banyak orang diselesaikan berkat pertimbangan para aktor senior. Saya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi.”

Diketahui, setelah melakukan debutnya pada tahun 2012 melalui KBS “My Husband Got a Family,” ia membintangi berbagai proyek termasuk “Modern Farmer”, “Love in the Moonlight”, “Fight For My Way,” “My ID Is Gangnam Beauty,” dan Detektif Dokter.

Mengenai karirnya ke depan, Kwak Dong Yeon berbagi, “Saya memiliki banyak genre dan karakter yang ingin saya perankan di masa depan. Saya ingin mencoba roman masa muda atau genre misteri investigasi. Saya mencoba mengatakan pada diri sendiri, ‘Saya adalah seorang aktor yang dapat melakukan segalanya mulai dari sini hingga ke sana,’ dan mencoba untuk tidak membatasi diri.”

“Sebenarnya, saya tahu bahwa segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang saya inginkan. Saya mungkin akan menemukan hal-hal yang tidak terduga dan menarik, tetapi saya ingin tetap berkepala dingin dan menjaga keseimbangan,” lanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini