Kunci Jawaban Kado untuk Guruku Tersayang, Soal TVRI Kelas 1-3 SD Senin 27 April

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Wabah corona turut membuat kegiatan belajar mengajar diliburkan. Sebagai gantinya Kemendikbud bekerja sana dengan TVRI untuk menggelar kegiatan belajar dari Rumah.

Nah pada Senin, 27 April 2020, materi pembelajaran untuk anak SD kelas 1-3 yaitu tentang ‘kado perpisahan untuk guruku tersayang’. Berikut soal dan jawabannya,

1. Mengapa layangan wayan tidak bisa terbang dengan baik?

Supaya layangannya bisa terbang seimbang dan tinggi, maka harus dibuatkan kerangka yang seimbang, baik untuk sisi kiri dan kanan.

Nah, bagian utama yang juga sangat penting untuk membuat layangan adalah saat pemilihan bambu. Dalam hal ini, jangan menggunakan bambu yang masih muda karena selain daya lekuk yang terlalu lentur, bambu yang masih muda juga sangat rentan patah.

Bambu yang berumur tua juga tidak semuanya memilki kualitas yang bagus untuk dibuat menjadi kerangka layangan, hal yang harus diperhatikan adalah tekstur serat pada bambu berumur tua yang kita pilih. Untuk tekstur untuk jenis bambu yang berkualitas ditandai dengan warna serat yang agak mengkilap. Semoga bisa membantu agar layanganmu terbang sempurna ya!

2. Selain foto bersama di pigura, hadiah apa yang akan diberikan kepada Bu Ajeng agar selalu diingat?

Berikut ini ada beberapa rekomendasi kado yang bisa diberikan saat perpisahan dengan guru.

a. Tumbler
Guru biasanya akan meminum air lebih banyak selepas mengajar dikelas. Menghadiaho kado perpisahan berupa tumbler air akan sangat berguna. Selain itu, tumble dapat dibawa kemana saja dan bentuknya sangat cantik.

b. Mug custom dengan nama guru

Mug juga menjadi ide hadiah unik untuk diberikan sebagai kado perpisahan untuk guru. Kamu bisa membeli mug custom dengan desain menarik dan dituliskan quotes dan nama guru. Selain itu, mug digunakan lebih lama.

c. Kotak bekal

Kebanyakan guru selalu membawa bekal dari rumah. Kamu bisa menjadikan hal ini inspirasi untuk memberi kado untuk guru perempuan saat perpisahan. Kotak bekal akan menjadi kado yang unik dan bermanfaat. Sebaiknya pesan kotak bekal yang berbeda dari yang lain. Kamu bisa menambahkan stiker untuk membuatnya semakin unik. Stiker bisa berisi ucapan terimakasih sebagai bentuk apresiasimu kepada mereka yang telah mendidikmu.

d. Sapu tangan

Sapu tangan sepertinya menjadi benda yang selalu dibawa oleh para orang dewasa termasuk guru. Memberi mereka sapu tangan juga bisa menjadi kado yang bagus untuk guru. Kamu bisa membeli sapu tangan dengan desain yang unik.
Dijamin kado kalian akan dikenang selalu dan ibu guru pasti senang!

3. Tuliskan langkah-langkah membuat album foto yang kamu lihat pada cerita tadi?

Untuk membuat album foto sederhana, hal pertama yang harus disiapkan adalah bahan dan peralatannya. Kalian harus menyiapkan alat tulis, kertas karton, kardus bekas, ataupun kertas warna-warni. Jangan lupa juga sediakan perekat, gunting, dan hiasan untuk mempercantik tampilannya.

Setelah itu, kalian harus menetukan tema apa yang akan kamu gunakan di album fotomu. Karena temanya soal perpisahan dengan ibu guru, maka tak ada salahnya kalian menyiapkan foto-foto kalian, boleh foto bareng ataupun foto pribadi.

Jangan lupa tentukan ukuran dan tebal albumnya supaya bisa membantumu menentukan berapa banyak foto dan hiasan yang akan digunakan.

Pastikan juga ukuran foto pas dengan albumnya ya. Dua ukuran paling populer untuk album foto adalah 12×12 inci dan 8,5 x -11 inci. Tapi semua bisa dibuat sesuai selera dan sekreatif kalian.

Selamat mencoba, semoga bisa menjadi kenangan terindah untuk ibu guru kalian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini