Korban Medina Zein Angkat Bicara, dari Artis Sampai Crazy Rich!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Medina Zein kembali menjadi perbincangan warganet karena aksinya yang kerap menipu sejumlah rekan artisnya. Satu persatu korban angkat bicara mengenai permasalahannya yang telah ditipu oleh selebgram tersebut.

Kasus penipuannya kepada sejumlah pihak belum menemukan titik terang. Medina belum bisa menjalani proses hukum lantaran sedang dirawat di rumah sakit akibat penyakit bipolarnya.

Siapa saja korban-korban penipuan Medina Zein? Berikut beberapa orang yang pernah ditipu oleh Medina Zein.

  1. Uya Kuya

Uya Kuya kini sedang mengumpulkan korban-korban penipuan Medina Zein dengan mengundang orang yang diduga pernah ditipu selebgram tersebut. Ternyata artis yang dijuluki raja settingan ini pernah ditipu terkait transaksi mobil dengan Medina Zein sebesar Rp100 juta.

  1. Denise Chariesta

Serupa dengan kasus Uya Kuya, Denise Chariesta juga mengaku ditipu selebgram tersebut terkait jual beli mobil. Denise mengaku sudah transfer uang sebesar Rp50 juta.

  1. Uci Flowdea

Selain artis, korban penipuan Medina Zein juga seorang crazy rich Surabaya. Uci Flowdea mengaku dirugikan sebesar Rp1,3 miliar.

Uci menjelaskan kronologinya di Youtube Uya Kuya bahwa ia membeli tas branded milik Medina, namun ternyata barangnya itu KW.

  1. Rizky Ananda

Seorang korban bernama Rizky Ananda mengaku terlah ditipu oleh MZ. Rizky selaku pemilik PT Skinso Kosmetik mengaku sempat menginginkan agar Raffi Ahmad menjadi BAnya. MZ menawarkan hal itu dengan mematok biaya sebesar Rp1,2 miliar.

Rizky pun menerima tawaran Medina. Ia kemudian mentransfer dana sebesar Rp 150 juta sebagai tanda jadi. Setelah ditransfer, Rizky menyadari ada yang tidak beres dan meminta uangnya dikembalikan.

Usai didesak, Medina pun bersedia mengembalikan uang Rizky Ananda dengan sistem cicilan. Sampai sekarang cicilan tersebut belum dilunasi.

Reporter: Dinda Nurshinta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini