Konser Travis Scott Makan Korban, Kylie Jenner Buka Suara

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rapper Travis Scott tengah berduka. Konser Astroworld yang digelarnya mendadak ricuh dan memakan korban jiwa pada Jumat malam, 5 November 2021.

Dilansir Just Jared, setidaknya ada delapan orang korban tewas dalam konser tersebut. Hal ini diakibatkan konser ricuh dan ratusan orang berdesakan akibat kepanikan massal.

Usai peristiwa ini, sang kekasih, Kylie Jenner pun ikut buka suara. Ia menyampaikan rasa duka mendalamnya atas peristiwa yang terjadi di konser ayah dari putrinya, Stormie Webster.

Kylie Jenner buka suara terkait ricuhnya konser sang kekasih, Travis Scott

“Travis dan aku hancur dan hancur. Pikiran dan doa saya bersama semua orang yang kehilangan nyawa mereka, terluka atau terpengaruh oleh peristiwa kemarin,” tulis Kylie di Instagram Story-nya, Sabtu 6 November.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa Travis merupakan sosok yang begitu peduli pada para penggemarnya. Wanita yang tengah hamil anak kedua ini menjelaskan Travis tak mengetahui jika ada korban jiwa saat ia masih berada di atas panggung.

“Saya ingin menjelaskan bahwa kami tidak mengetahui adanya korban jiwa sampai berita itu keluar setelah pertunjukan,” kata Kylie.

Sementara itu, Kylie dan Kendall Jenner berada di dalam konser tersebut saat tragedi berlangsung. Lebih lanjut, Kylie pun menutup pernyataannya dengan ucapan bela sungkawa yang mendalam.

“Saya mengirimkan belasungkawa terdalam saya kepada semua keluarga selama masa sulit ini dan akan berdoa untuk kesembuhan semua orang yang telah terkena dampak,” tutupnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perdagangan Karbon dan Jalan Baru Ekonomi Hijau Indonesia

*) Oleh: Bayu NugrahaPerubahan iklim kini menjadi perhatian strategis yang mendorong negara-negara di dunia memperkuat pembangunan berkelanjutan. Bagi Indonesia, agenda tersebutberjalan seiring dengan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi, memperkuatketahanan pangan dan energi, serta memenuhi komitmen penurunan emisi. Dalamkonteks ini, perdagangan karbon hadir sebagai instrumen strategis yang membukapeluang bagi tumbuhnya ekonomi hijau nasional.Kebijakan perdagangan karbon menandai langkah maju Indonesia dalammengembangkan tata kelola lingkungan yang lebih inovatif dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam secara bertanggungjawab, pengembangan teknologi hijau, dan peningkatan investasi berkelanjutan, Indonesia berupaya membangun model pertumbuhan ekonomi yang mampumenciptakan nilai tambah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tampak membaca momentum ini secarastrategis. Melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK), pemerintah mulai membangun fondasi tata kelola perdagangan karbonyang lebih terstruktur dan memiliki kepastian hukum. Regulasi tersebut bukan hanyamenjadi instrumen pengendalian emisi gas rumah kaca, tetapi juga membuka ruanginvestasi hijau yang semakin diminati pasar global. Dengan demikian, perdagangankarbon tidak lagi dipandang sebagai isu lingkungan semata, melainkan sebagaibagian dari strategi pembangunan nasional jangka panjang.Selain itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa perdagangankarbon dapat menjadi sumber pembiayaan baru bagi kegiatan penanaman dan restorasi hutan. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya pergeseran fundamental dalam model bisnis sektor kehutanan Indonesia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini