Kocak! Momen Lucinta Luna Live IG Sambil Makan, Suaranya Jadi Sorotan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Influencer Lucinta Luna kembali jadi pusat perhatian. Usai kabar kehamilannya, kini suara asli Luna kembali jadi sorotan.

Hal ini bermula dari aksi Luna yang melakukan live Instagram di akun pribadinya. Saat itu, Luna tengah menyapa para pengikut setianya sembari menyantap makanan.

Dalam video yang turut diunggah akun Twitter, @areajulid, nampak Luna tengah mengobrol sembari menyantap makanan yang terlihat pedas. Kemudian Luna pun terlihat meniupi makanan itu dan tak tahan dengan rasa pedasnya.

Namun, suara Luna pun mendadak jadi perhatian netizen. Pasalnya, suara seleb kontroversial ini kerap kali berubah menjadi suara laki-laki.

Tak lama, suara berat itu pun kembali menjadi suara Luna yang terdengar kemayu dan manja.

Tak sampai di situ, Luna juga bersendawa usai menyantap makanannya. Luna mengatakan suara sendawanya yang besar itu adalah kodam atau makhluk gaib yang ada di badannya.

“Kodam itu kodam ya, kalo aku kan kodamnya harimau,” kata Luna.

Alhasil, momen kocak Luna saat live IG itu bikin netizen ngakak. Banyak dari mereka yang terhibur, terlebih salfok dengan suara Luna yang berubah-ubah.

“Sebenernya lucinta nih lucu tau wkwkwk menghibur banget,” kata akun phoensy.

“Itu kok bisa tiba2 berubah jadi suara cewe itu gimana?,” tulis akun hanjigur.

“Gak kuat,” kata akun buibuanjay.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Relaksasi SLIK dan Perluasan Akses Rumah Subsidi

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Relaksasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menjadi salah satu langkahstrategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan, khususnya rumah subsidi. Kebijakan ini hadir di tengah kebutuhan hunian yang terusmeningkat, sementara sebagian masyarakat masih terkendala oleh catatan kredityang tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan finansial mereka saat ini.Dalam konteks tersebut, relaksasi SLIK tidak hanya dilihat sebagai kebijakan teknisdi sektor keuangan, tetapi juga sebagai instrumen sosial untuk mendorong inklusiperumahan. Akses terhadap rumah layak menjadi bagian dari upaya pemerataankesejahteraan yang membutuhkan intervensi kebijakan yang adaptif dan responsif.Kebijakan terbaru memungkinkan masyarakat dengan tunggakan kredit di bawah Rp1 juta tetap dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Langkah ini memberikan ruang bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang sebelumnya terhambat oleh catatan kredit minor untuk tetap memiliki kesempatanmemperoleh hunian.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riilmasyarakat. Ia menilai bahwa banyak calon debitur sebenarnya memilikikemampuan membayar, tetapi terkendala oleh catatan administratif yang relatif kecil.Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma dalam penilaian kelayakankredit, dari yang semata-mata berbasis riwayat menjadi lebih mempertimbangkankondisi aktual. Dengan demikian, kebijakan ini berpotensi membuka akses yang lebih luas tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap menegaskan pentingnyamanajemen risiko dalam implementasi kebijakan ini. Relaksasi yang diberikan bukanberarti menghilangkan prinsip selektivitas, melainkan memberikan fleksibilitas dalambatas yang terukur.Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwarelaksasi ini tetap mempertimbangkan kualitas kredit secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut dirancang agar tetap menjaga stabilitassektor keuangan sekaligus mendorong inklusi pembiayaan.Dengan kata lain, kebijakan ini mencoba menyeimbangkan antara perluasan aksesdan mitigasi risiko. Hal ini penting agar peningkatan penyaluran KPR subsidi tidakmenimbulkan potensi kredit bermasalah di kemudian hari.Dari perspektif industri, kebijakan ini disambut positif oleh para pengembangproperti. Relaksasi SLIK dinilai dapat meningkatkan daya serap pasar, khususnya di segmen rumah subsidi yang selama ini menghadapi kendala akses pembiayaan.Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI),...
- Advertisement -

Baca berita yang ini