Keren! Ini 8 Brand Besar yang Hadir di Paris Fashion Week 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Acara Paris Fashion Week sendiri merupakan acara penghargaan busana paling bergengsi dan berpengaruh di dunia, acara ini diadakan dua kali dalam setahun. Paris Fashion Week Musim Semi/Musim Panas 2021, akan diadakan di Paris, Prancis dari tanggal 27 hingga 5 Oktober 2021.

Acara bergengsi ini juga akan akan menghadirkan beberapa brand fashion ternama dengan dihadiri banyak artis yang menjadi brand ambassador dari brand-brand tersebut. Sebagian sesi fashion show pekan mode bergengsi ini akhirnya mencicipi runway fisik setelah jeda dikarenakan pandemi yang panjang.

Deretan brand yang akan hadir dalam acara Paris Fashion week 2021 diantaranya:

  1. Chanel

Chanel merupakan brand Prancis yang dibuat oleh Gabrielle “Coco” Chanel pada tahun 1909 terkenal dengan setelan wol boucle, parfum elegan, dan tas kulit berlapis. Desainnya memiliki kualitas yang tak lekang oleh waktu yang masih menjadi mode hingga saat ini.

  1. Louis Vuitton

Brand Prancis yang terkenal ini didirikan oleh Louis Vuitton pada tahun 1854. Perusahaan ini sekarang dimiliki oleh Bernard Arnault, orang terkaya di dunia.

Louis Vuitton populer di kalangan selebriti seperti Angelina Jolie dan Sarah Jessica Parker. Direktur Kreatif Nicolas Ghesquière telah berhasil merevitalisasi merek bersejarah tanpa mengorbankan keanggunannya.

  1. Dior

Christian Dior telah menjadi kuat sejak 1946 dan menjadi salah satu merek mewah Prancis paling terkenal di dunia. Rumah mode ini populer di kalangan selebriti seperti Charlize Theron dan Natalie Portman.

Selain pakaian dan aksesoris wanita, ada Dior Homme untuk pria dan Baby Dior untuk anak-anak. Lini kosmetik merek Dior Beauty juga sangat sukses.

  1. Hermes

Brand mewah ini telah berdiri sejak 1837 dan itu berarti telah berusia 183 tahun dan melanglang buana di dunia fashion. Hermes sendiri diambil dari nama pendirinya, yakni Thierry Hermes. Brand ini berkomitmen mempertahankan sebagai besar produksinya di Prancis.

  1. Balenciaga

Didirikan oleh Cristóbal Balenciaga pada tahun 1941 di Paris, Perancis. Rumah mode ini berhasil menjadi salah satu brand fashion ternama dunia yang dijuluki the master of us all.

  1. Givenchy

Salah satu brand yang akan hadir yaitu Givenchy, Givenchy didirikan oleh Hubert James Taffin de Givenchy pada tahun 1952 sebagai produk yang sederhana. Saat ini Givenchy menjadi brand fashion ternama dunia.

  1. Celine

Celine didirikan oleh Céline Vipiana pada tahun 1945 yang berpusat di Paris, Perancis. Brand fashion ini menghasilkan tas, kaos kaki, sepatu dan berbagai busana lainnya. dan disebut sebagai label mewah dari Perancis.

  1. Yves Saint Laurent

Yves Saint Laurent jadi satu di antara sederet rumah mode ternama yang didirikan pada 1961. Dilansir dari laman Kering, House of Haute Couture, Saint Laurent merevolusi mode modern pada 1966 dengan memperkenalkan pakaian siap pakai mewah bernama Saint Laurent Rive Gauche.

Reporter: Alinda Puspitasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Refocusing Anggaran MBG Makin Berpihak pada Kerentanan

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Setelah lebih dari satutahun berjalan dan menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah, pemerintah kini melakukan refocusing atau penajaman sasaran program. Langkahtersebut bukan sekadar upaya efisiensi anggaran, melainkan bagian dari strategi untukmemastikan setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar memberikan dampakmaksimal terhadap perbaikan gizi masyarakat, khususnya kelompok yang paling rentan.Di tengah tantangan fiskal global, tekanan ekonomi internasional, serta kebutuhanpembangunan di berbagai sektor, pemerintah memilih pendekatan yang lebih terukur. Fokus tidak lagi semata-mata pada besarnya jumlah penerima manfaat, tetapi padakualitas intervensi dan ketepatan sasaran. Pendekatan ini menunjukkan bahwapemerintah tidak sedang mengurangi komitmen terhadap pembangunan sumber dayamanusia, melainkan memperkuat efektivitas program agar hasilnya lebih nyata.Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menjadi figur yang pertama kali menjelaskan arah kebijakan baru tersebut. Menurutnya, pemerintah telah memutuskanuntuk menggeser orientasi program dari mengejar kuantitas menuju peningkatankualitas pelaksanaan. Dalam berbagai kesempatan, Nanik menegaskan bahwa BGN tidak lagi menjadikan target puluhan juta penerima sebagai satu-satunya ukurankeberhasilan program. Sebaliknya, perhatian diarahkan pada kelompok yang paling membutuhkan intervensi gizi, terutama masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, danterluar (3T), wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, serta kelompok rentan lainnya. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah sedang membenahi tata kelola program melaluirefocusing penerima manfaat, optimalisasi dapur yang sudah ada, moratorium pembangunan dapur baru, serta pencarian sumber pendanaan alternatif agar bebanAPBN dapat lebih terkendali. Langkah tersebut diyakini dapat menghasilkanpenghematan yang signifikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan gizi yang diterima masyarakat.Lebih jauh, Nanik menilai bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukanoleh jumlah paket makanan yang dibagikan setiap hari. Yang jauh lebih penting adalahsejauh mana program mampu menurunkan angka stunting, memperbaiki status gizianak, serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil dan kelompok rentan. Karenaitu, pemerintah memilih untuk mengarahkan sumber daya pada wilayah yang selama inijustru belum banyak tersentuh layanan gizi. Pendekatan tersebut sejalan denganarahan Presiden agar manfaat program dapat lebih dahulu dirasakan oleh masyarakatyang menghadapi kerentanan paling tinggi. Setelah arah kebijakan tersebut dijelaskan oleh Kepala BGN, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari kemudian memberikan gambaran lebih rinci mengenai implementasirefocusing yang sedang disiapkan pemerintah. Menurut Agustina, BGN saat inimelakukan berbagai simulasi untuk memastikan bahwa indikator keberhasilan program dapat dicapai secara lebih efektif dan spesifik. Evaluasi dilakukan terhadap komposisipenerima manfaat agar intervensi gizi benar-benar menyasar kelompok yang memilikikebutuhan paling besar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang menelaah kembalicakupan penerima manfaat yang sebelumnya dirancang sangat luas, sehingga program dapat menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dalam jangka panjang.Agustina juga menekankan bahwa proses penyesuaian tersebut merupakan bagiannormal dari perencanaan anggaran pemerintah. Dengan mempertimbangkan efektivitasprogram dan kondisi fiskal negara, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiapalokasi anggaran memberikan manfaat yang optimal. Dalam berbagai pembahasananggaran tahun 2027, BGN mengkaji kemungkinan pengurangan penerima manfaatyang dinilai tidak lagi menjadi prioritas utama, sehingga ruang fiskal dapat difokuskankepada kelompok yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi. Pendekatan inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak mengurangi perhatian terhadap isu gizi, melainkan memperkuat ketepatan sasaran kebijakan.Pandangan tersebut mendapat dukungan dari kalangan pasar dan pelaku ekonomi. Head of Research Kiwoom Sekuritas,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini