Keliru! Jangan Menusuk Jarum kepada Pasien Stroke, Risikonya Fatal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Stroke adalah salah satu penyakit yang memiliki angka kematian tinggi di dunia. Stoke dapat menyebabkan seseorang mengalami kecacatan pada sebagian hingga seluruh tubuh.

Penyebab terjadinya stroke adalah berkurangnya aliran darah ke bagian otak karena terdapat sumbatan pada pembuluh darah. Bila seseorang terkena stroke, diperlukan penanganan yang cepat dan sedini mungkin.

Beredar kabar di media sosial bahwa untuk menangani dan menyembuhkan stroke yaitu dengan dipijat dan menusukkan jarum ke titik tubuh yang mengalami stroke.

Namun, ternyata pemahaman ini keliru. Dr. Mursyid Bustami, Sp. S(K), Dirut RS Pusat Otak Nasional mengatakan penanganan pasien stroke yang paling tepat adalah membawanya ke rumah sakit.

Ia menilai bahwa menusukkann jarum atau memijit pasien stroke tidak bermanfaat sama sekali. Hal tersebut justru dapat memperparah keadaan pasien dengan naiknya tekanan darah akibat respon nyeri tusukan jarum.

Begitu pula dengan Dr. Dicky Armein, Spesialis Jantung Rumah Sakit Harapan Kita yang mengatakan bahwa menusuk jarum tidak berguna sama sekali bagi pasien stroke. Bila hal tersebut tetap dilakukan, maka pasien akan berisiko infeksi, apalagi jarum yang digunakan tidak steril.

Stroke dapat menyerang siapapun, kapanpun dan dimanapun. Stroke juga dapat terjadi secara tiba-tiba. Untuk itu, kita dapat menggunakan metode FAST (Face, Arm, Speech dan Time) guna mengenali gejala awal.

Face adalah gejala yang terlihat dari bentuk wajah tidak normal, yaitu wajah turun sebelah maupun tidak simetris. Kemudian, Arm adalah gejala stroke dengan melemahnya bagian lengan, jika lengan diangkat tinggi kedua lengan tidak sama.

Speech adalah gejala yang dapat dilihat melalui cara bicara, penderita stroke akan kesulitan mengeluarkan kata-kata dan tidak terdengar jelas atau bahkan sama sekali tidak dapat berbicara. Sedangkan time adalah metode final yaitu membawa pasien yang terindikasi stroke ke rumah sakit.

Beberapa ahli mengatakan bahwa stroke dapat dicegah, salah satunya dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berhenti merokok, rutin berolahraga, menjaga pola makan, dan asupan nutrisi merupakan beberapa langkah yang wajib diterapkan agar terhindar dari penyakit ini.

Reporter: Shafira Annisa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini