Kelakuan Ini Paling Dibenci Sri Mulyani

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Hal yang paling dibenci Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah mengalokasikan anggaran untuk hal yang tidak penting.

“Saya sangat tidak suka jika ada alokasi anggaran yang masuk tapi tidak ada hasil, misalnya bikin jalan ngaco, tidak bisa buat program yang baik untuk rakyat, saya benci sekali itu,” kata Ani panggilan akrab Sri Mulyani di hadapan para camat, Rabu 20 Maret 2019.

Dia menjelaskan pejabat daerah seharusnya memiliki perencanaan yang matang. Sehingga pembangunan bisa dilakukan dengan cepat.

Ani mengharapkan seluruh camat yang hadir tersebut merupakan pejabat terbaik sehingga mampu menggunakan dana desa untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Hingga kini Bappenas, Kementerian Dalam Negeri dan Menteri Desa PDTT terus berkoordinasi memperbaiki penyaluran dana desa.

Menurut Ani, tahun 2019 ini dana desa yang akan disalurkan mencapai Rp 70 triliun padahal pada 2015 dana desa hanya Rp 20 triliun.

Dengan dana senilai itu Ani memperkirakan bisa memberdayakan pengangguran di desa miskin sehingga bisa meningkatkan ekonomi setempat.

Selain dana desa Menteri Keuangan menyatakan pada APBN tahun ini pemerintah pusat akan mentransfer dana senilai Rp 826 triliun ke daerah.

Ani pun mengungkapkan harapan Presiden Jokowi agar dana-dana tersebut bisa memutus generasi kemiskinan di desa-desa.

Menurut dia, camat akan sangat berperan pada situasi seperti itu sehingga dana-dana tersebut benar-benar berhasil guna.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini