Kejam! Kanye West Dituntut Rp421 Miliar karena Tak Menggaji Kru Operanya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rapper sensasional, Kanye West kembali jadi sorotan publik. Usai heboh kabar perceraiannya dengan Kim Kardashian, West kini digugat 30 juta Dolar AS atau setara dengan 421 miliar Rupiah.

Bukan tanpa alasan, gugatan tersebut dilayangkan pada West karena dirinya tak membayar gaji 1.000 staf dalam opera Kristen yang dinaunginya.

Dilansir dari NME, West juga tak memberikan uang makan dan lembur. Ia pun tak memberikan waktu istirahat yang cukup untuk krunya.

“Ketika Kanye West melakukan produksi, dia hanya berkata kepada orang-orangnya, ‘Pokoknya, kerjakan semuanya‘“ kata seorang sumber dikutip dari NME.

Selain itu, seorang penampilan di acara opera tersebut membongkar kekejaman West lainnya. Ia mengatakan West tega membiarkan para penampil duduk di lantai selama berjam-jam karena kehabisan kursi.

Sebelumnya, West pernah membuat acara opera Kristen berjudul Nebucadhnezar pada 2019. West menyewa sekitar 500 penampil dan 300 kru yang bertugas di balik layar.

West pun sampai saat ini belum membayar upah hasil jerih payah mereka. Pihak dari Kanye West pun belum memberikan keterangan terkait kasus ini.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini