Kedai Ini Tawarkan Minum Kopi di Tengah Sawah dan Sungai, Kuy Ah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Masa pandemi covid-19 mendorong para pengusaha cafe maupun resto untuk berpikir kreatif agar pengunjung datang. Saat ini banyak bermunculannya kafe dan resto yang mengusung konsep dekat dengan alam.

Salah satunya destinasi kukliner baru di Kota Hujan, Bogor yakni Kedai Kopi Tubing yang terletak di Jalan Gunung Menir, Kecamatan Pamijahan, Bogor, Jawa Barat.

Tempatnya tidak terlalu jauh dari pusat kota Bogor, sekitar 33 kilometer ke arah barat daya, yang bisa ditempuh selama 1 jam 30 menit menggunakan mobil pribadi.

Nama Tubing diambil dari posisi kedai yang berada di tebing. Pengunjung bahkan bisa mendapat pemandangan lengkap, perpaduan antara sawah dan Sungai Cikuluwung yang jernih dengan tepiannya masih banyak pepohonan. Karena rindang, suasana sejuk langsung terasa.

Lokasinya juga tidak jauh dari tempat arung jeram Cikuluwung River Tubing. Jadi, Anda juga bisa menjajal tubing sungai sebagai pemanasan sebelum mengisi ulang energi.

“Saya mau kasih nuansa khas alam, seperti dikelilingi hamparan sawah dan pepohonan hijau dari perbukitan di sekelilingnya,” kata Joe, manager Kopi Tubing.

Kedai kopi itu resmi beroperasi pada 18 Desember 2020. Areal sawah yang dipertahankan seluas 150 meter persegi. Saat ini, Anda masih bisa melihat hamparan padi yang mulai menguning.

Di atas sawah, pengelola membuat jalur pejalan kaki dan tempat nongkrong dari bilah-bilah kayu. Tak perlu khawatir kepanasan saat nongkrong karena terdapat payung besar berwarna putih untuk melindungi Anda dari sengatan sinar matahari.

“Tempat ini didirikan untuk menenangkan pikiran, melepas penat dari keramaian kota yang aktivitasnya sangat padat. Maka itu, kondisi alaminya tetap dipertahankan,” katanya.

Selain kedai kopi, Kopi Tubing juga memiliki restoran yang menempati bangunan utama dua lantai berarsitektur modern. Didominasi material kayu dan batu, bangunan tersebut memadukan warna putih, krem, dan hitam.

Selain bisa menikmati makanan dan minuman di bangunan utama, pengunjung juga bisa memilih tempat di gazebo yang dilengkapi bean bag ataupun di saung. Dari kejauhan, Anda bisa melihat kemegahan puncak Gunung Salak. Tersedia juga fasilitas musala di tempat tersebut.

Kedai kopi ini menyedikan beberapa menu pilihan yang menarik, seperti Kopi Susu Tubing, berupa campuran espresso dengan susu khas Tubing. Selain kopi, tersedia pula berbagai makanan, yang terdiri dari menu utama, appetizer, dan makanan penutup, seperti gurame salad mangga, roti korea, dan brownies ice cream.

Kisaran harga makanannya mulai dari Rp15-75 ribu. Sementara, harga minuman berkisar antara Rp7-30 ribu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini