Keciduk Gegara Ganja Lagi, Roby ‘Geisha’ Kapok

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Roby ‘Geisha’ ditangkap polisi gegara kasus ganja untuk ketiga kalinya. Pria bernama lengkap Roby Satria itu mengaku kapok.

Roby ditangkap polisi di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu 19 Maret 2022 malam dengan barang bukti ganja. Tidak sendirian, polisi juga mengamankan satu orang lain bersama Roby dengan inisial AR

Pengacara Roby, Rustandi Senjaya mengatakan, kliennya sudah kapok menggunakan ganja.

“Kalau kapok dari raut mukanya mungkin sudah ya. Dia mengatakan dia orang paling bodoh sedunia, begitu loh. Tapi saya kan nggak mau menjatuhkan mentalnya Roby ya,” ujarnya.

“Jadi, kami bilang ya sudah by, apa yang sudah terjadi kita tetap harus jalani. Tapi yang penting kau harus sembuh. Itu pun di-aminkan oleh Roby, dia berusaha untuk selalu sembuh,” katanya.

Menurut Rustandi, Roby ingin benar-benar sembuh dari narkoba. Dia berharap kliennya bisa menjalani rehabilitasi daripada ditahan.

“Teman-teman juga taulah ya sudah mendengarkan karya karya Roby seperti apa bolehlah kita mengkategorikan bahwa Roby memiliki talenta dan aset untuk musik Indonesia. Betulkan? Jadi, sayang sekali ketika kitanya tidak mendukung dia untuk sembuh tapi kita semua men-judge dia, menurut saya jangan tapi kita kasih support untuk Roby,” ucapnya.

Roby pernah ditangkap polisi terkait kasus yang sama pada 2013 dan 2015. Dia menjalani rehabilitasi pada 2016.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini