Kecanduan, Lucinta Luna Habiskan Rp1,8 Miliar untuk Operasi Plastik

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lucinta Luna mengaku kecanduan menjalani operasi plastik. Hingga kini, dia sudah menghabiskan dana 1,8 miliar Rupiah.

Lucinta Luna mengaku sudah melakukan operasi di bagian dahi, mata, dan hidung. Nggak main-main, dia harus merogoh kocek hingga 1,8 miliar Rupiah untuk operasi plastik.

“Totalnya hampir 1,8 miliar Rupiah, semuanya paketan. Gue sudah operasi jidat. Terus mata gue dibikin dolly eyes, dibikin kayak mata Barbie, terus ada kayak kelopak juga, sama kantong mata tapi dibikin kecil,” kata Lucinta Luna, dalam channel YouTube Denny Sumargo.

“Hidung dibikin agak menukik ke atas. Kemarin kaku banget kayak angka 7 kebalik, kalau sekarang kan lebih cantik,” ujarnya.

Lucinta Luna mengaku saat ini sedang dalam masa transisi setelah menjalani operasi jakun. Menurut dia, suaranya nanti akan total berubah.

“Dokter juga bilang katanya masa transisinya tiga bulan, 72 hari. Ini sebentar lagi tiga bulan makanya makin lama makin halus,” ucapnya.

“Gue itu merasa hidup gue harus di meja operasi terus. Jadi bagi gue operasi itu addict, udah ketergantungan banget. Gue semakin dipuji cantik, gue semakin, ‘ah nanti mau operasi apa lagi ya minggu depan atau bulan depan?'” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini