Keanu Reeves Dikonfirmasi akan Kembali ke Film DC ‘Constantine 2’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Warner Bros akan mengembangkan angsuran lain dari film thriller supernaturalnya yang pernah dirilis pada 2005. Film yang akan dibuatkan sekuelnya itu adalah ‘Constantine’.

Melansir dari Deadline, Warner Bros disebutkan telah kembali bekerja sama dengan Keanu Reeves dan sutradara Francis Lawrence. Tentu ini membuat penggemar yang menantikan sekuelnya mendapatkan pencerahan.

Reeves akan muncul kembali sebagai pengusir setan supernatural dan ahli demonologi yang bernama John Constantine. Dalam kisah aslinya, ia sekarat tapi tetap di lingkungan sekitar untuk menyelamatkan jiwanya dengan menjaga setan dari neraka.

Constantine juga bertempur dengan antara para malaikat, seperti Gabriel dan Lucifer.

Lorenzo DiBonaventura dan Erwin Stoff akan menjadi produser eksekutif proyek tersebut. Tapi sayangnya, sampai saat ini masih belum diketahui jadwal prediksi penayangan perdananya.

Sementara itu, film yang dibintangi Reeves berdasarkan karakter DC itu telah meraup lebih dari tiga triliun Rupiah dalam box office 2005 di seluruh dunia.

Selain itu, ada kabar yang beredar sebelumnya bahwa film ini akan dibuatkan ke versi serial HBO. Baca selengkapnya di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini