Jin BTS Ngelawak soal ‘Salad Gak Efektif untuk Diet’, Netizen: Gak Gitu Konsepnya!

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Gak cuma ganteng, Jin BTS juga punya kepribadian yang humoris! Para member BTS hingga penggemarnya, ARMY, kerap dibuat geleng-geleng kepala melihat kelakuannya.

Pria yang dikenal dengan julukan ‘Mr. Worldwide Handsome’ dikenal suka membuat lelucon. Baru-baru ini, pernyataannya tentang ‘makan salad tidak efektif untuk diet’ sukses membuat orang terkejut.

Dalam siaran langsungnya, Jin BTS berbagi bahwa dia tidak mengerti mengapa orang makan salad saat sedang diet. Dalam siaran itu, ia ditemani Jimin dan RM.

Jin berpendapat bahwa makan salad sebagai diet tidak masuk akal. Lucunya, ia mengungkapkan sebuah alasan yang akan mengejutkan Kamu.

“Hewan terbesar di dunia adalah gajah. Apa yang dimakan gajah?,” kata Jin. Pertanyaan itu ditanggapi Jimin, ia menjawab, “Sayuran.”

“Lihat? Kamu juga bisa menambah berat badan dari sayuran. Kamu harus memiliki pola makan yang seimbang,” jelas Jin.

“Saya tidak menyangka mendengar ini,” kata Jimin mendengar perkataan Jin ity.

Jin berkata, “Kami tidak bisa menurunkan berat badan hanya dengan makan salad.”

RM menanggapi pernyataan Jin itu dengan mengatakan “Kita bisa menurunkan [berat badan] lebih banyak daripada makan [makanan non-salad],” yang ditertawakan dan disetujui Jin.

Di Twitter, pernyataan Jin soal diet yang dikaitkan dengan gajah ini ternyata mengundang gelak tawa dari netizen, khusunya penggemar. Kelakuan Jin yang unik ini memang terkadang sulit dipercaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini