Jin BTS Bakal Jadi Om, Diminta Kasih Nama untuk Kim ‘Butter’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Jin BTS bakal menjadi seorang ‘om’, ia bakal punya keponakan. Kakak laki-lakinya, Kim Seok Jung, mengabarkan kehamilan istrinya.

Kakak Jin ini diketahui menikah dengan istrinya, Kim Ah Reum beberapa waktu lalu. Melalui akun Instagramnya, Kim Seok Jun mengumumkan berita luar biasa bahwa Ah Reum hamil!

Ia mengunggah foto USG sang jabang bayi. Dalam captionnya ia menuliskan, “Halo? Kami menantikan untuk bersama Kamu,” pasangan itu mengumumkan kepada publik bahwa mereka mengharapkannya.

Kim Ah Reum memposting komentar emoji panekuk mentega serta “Butter, tolong tumbuh dengan sehat”. Mereka menamai janin yang ada di dalam perut Ah Reum dengan “Butter” sesuai dengan lagu BTS.

Panggilan “Butter” yang dalam bahasa Indonesia ini diartikan mentega ini membuat penggemar bertanya-tanya, apakah mereka memutuskan untuk menamai bayi mereka dengan Butter.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by 김석중 (@kimseokjung90)

Seok Jung mengkonfirmasi penamaannya. Seorang netizen menuliskan, “Ah saya kira itu mentega kkkkkkkkkk”.

“Saya meminta saudara saya untuk menyebutkannya,” jawab Seok Jung.

Dia bahkan memastikan untuk mencerminkan penambahan keluarganya di profilnya yang sekarang berbunyi, “Kim Seok Jung dan Kim Ah Reum, dan Kim Butter.”

Tentu saja, di Korea Selatan, merupakan kebiasaan bagi orang tua untuk memberikan nama panggilan kepada anak mereka yang belum lahir selama kehamilan. Sedangkan, nama resmi dan asli yang akan ditentukan kemudian.
Julukan umum termasuk “kacang”, “anak anjing” dan banyak lagi, jadi jika Kamu memikirkannya, “mentega” sebenarnya tidak terlalu jauh! Kami ingin tahu apakah Jin akan berkontribusi pada nama resmi nanti.

Sungguh suatu kehormatan bagi anak yang diberi nama oleh Jin BTS! Selamat untuk pasangan yang bahagia dan harapan yang baik untuk anak yang belum lahir!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini