Ji Chang Wook Tampil Garang dengan Tangan Penuh Tato dalam Drama Barunya ‘If You Wish Upon Me’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Ji Chang Wook akan main drama lagi yang berjudulkan ‘If You Wish Upon Me’. Baru-baru ini, KBS2 membagikan potongan foto pertama dari aktor tersebut untuk drama terbarunya.

Melansir dari Soompi, drama ini merupakan sebuah drama yang terinspirasi oleh sebuah organisasi nyata di Belanda yang memenuhi keinginan pasien kanker stadium akhir. Sebuah kisah menyentuh akan terungkap sebagai seorang pemuda yang telah didorong ke batasnya oleh kehidupan yang penuh perjuangan.

Kabarnya, drama ini tak hanya dibintangi oleh Ji Chang Wook saja lho. Drama ini akan dibintangi juga oleh Sung Dong Il dan salah satu member SNSD, Sooyoung.

Ji Chang Wook akan berperan sebagai Yoon Gyeo Re yang nyaris tidak bisa bertahan hidup. Namun ia masih bisa bertahan dengan keinginan dan tekad untuk hidup yang besar.

Yoon Gyeo Re adalah ‘anak dewasa yang rusak’. Dia memiliki kebiasaan yang menyebabkan dirinya sakit dengan membuat tato di sekujur tubuhnya.

Ia telah berjuang mati-matian melawan kenyataan, menjalani kehidupan di panti asuhan, pusat penahanan pemuda, dan penjara.

Dari potongan gambar yang baru dibagikan itu telah menarik perhatian. Sebab terlihat lengan Ji Chang Wook dipenuhi dengan tato meski ia menggunakan pakaian lengan panjang.

Sementara itu, drama ‘If You Wish Upon Me’ ini rencananya akan tayang perdana pada Agustus 2022 mendatang. Untuk tanggal pastinya masih dirahasiakan dan akan diumumkan secara bertahap.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Keamanan Papua Prioritas, Pemerintah Tindak Tegas Gangguan OPM

Oleh: Yonas Kogoya*Keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan pembangunan di Papua. Tanpa situasi yang aman, berbagai program peningkatan kesejahteraan akan sulit berjalan optimal. Oleh karena itu, setiap bentuk gangguan keamanan yang mengancam keselamatan masyarakat sipil, merusak fasilitas umum, maupun menghambat aktivitas ekonomi harus ditolak bersama karena tidak memberikan manfaat bagi siapa pun, terutama masyarakat Papua sendiri yang menjadi pihak paling terdampak.Berbagai aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata OPM atau TPNPB dalam beberapa waktu terakhir kembali menunjukkan bahwa pendekatan kekerasan hanya melahirkan penderitaan. Pembakaran pesawat perintis PT AMA di Balinggama, Yahukimo, yang mengakibatkan meninggalnya seorang pilot serta mengganggu pelayanan penerbangan di wilayah pegunungan merupakan contoh nyata bagaimana aksi teror berdampak langsungterhadap kepentingan masyarakat. Transportasi udara di Papua bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan jalur utama distribusi bahan pangan, obat-obatan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan pokok bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil. Ketika pesawat perintismenjadi sasaran serangan, yang paling dirugikan bukan hanya pemerintah atau operator penerbangan, tetapi masyarakat yang kehilangan akses terhadap berbagai layanan dasar.Tindakan kekerasan terhadap fasilitas publik juga berpotensi menghambat percepatanpembangunan yang selama ini terus diupayakan pemerintah. Berbagai proyek infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi membutuhkan situasi yang kondusif agar dapat berjalan sesuai rencana....
- Advertisement -

Baca berita yang ini