Jawaban Atta-Aurel soal Tayangan Lamaran di TV: Tadinya Cuma Mau di YouTube

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pasangan selebritis Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar baru saja menggelar prosesi lamaran, pada Sabtu 13 Maret 2021. Acara spesial itu diadakan di InterContinental, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Namun, di tengah momen bahagia itu, prosesi lamaran Atta-Aurel yang disiarkan secara live di salah satu stasiun TV swasta  menuai protes. Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP) menyatakan penayangan tersebut tidak mewakili kepentingan publik secara luas dengan semena-mena menggunakan frekuensi milik publik.

Kabar ini sampai ke telinga dua sejoli itu. Lewat video konferensi pers yang diunggah akun @lambe_turah, Atta dan Aurel menanggapi kabar tersebut.

“Tiba-tiba dapet request dari TV-nya ini mau, ini mau, oh yaudah,” ucap Atta dan Aurel.

Ia pun mengatakan, mulanya hanya ingin menampilkan acara lamaran tersebut di channel YouTube-nya saja. Namun, pihak stasiun televisi swasta itu meminta mereka untuk tampil live bahkan mulai dari lamaran.

“Tadinya kita cuma mau di YouTube aja, vlog, ya yang penting acaranya kita, paling kalo live kita mau akad atau resepsinya, tapi  mereka minta dari siraman, pengajian,” ucap Atta.

Tanggapan Atta dan Aurel ini turut mengundang komentar warganet. Banyak dari mereka yang mendukung dan tak masalah dengan acara tersebut.

“Yaudah kali pada sensi banget, padahal gak ngerugiin lu pada juga,” kata akun rmitaaaalia.

“Yaelah kalo gak suka tinggal gak usah nonton tv,” kata akun jhioset.

“Biarin aja, toh nikahnya sekali seumur hidup, banyak fansnya juga, biar hadi motivasi anak muda biar nikahnya baik-baik,” komentar akun dhertati_29.

Acara lamaran Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah berlangsung kemarin, Sabtu 13 Maret 2021. Tak hanya keluarga besar, selebritis selebritis pun menghadiri acara spesial dua sejoli itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini