Jaringan 6G Diprediksi Tembus Kecepatan 1 Terabyte per Detik

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belum selesai pemerataan jaringan 5G di seluruh dunia, muncul lagi wacana membuat jaringan yang kabarnya memiliki kecepatan beribu kali lipat dari pendahulunya.

Wacana pengembangan ini tengah diseriusi Kementerian Sains dan Teknologi Cina. Mereka menyakini kecepatan mencapai 1 terabyte per detik. Bila dibandingkan 5G, maka ini 8.000 kalinya.

Dengan kecepatan segila itu, dipastikan seluruh aktivitas berselancar menjadi lebih mudah. Bahkan, untuk mengunduh film-film dengan size besar hanya membutuhkan hitungan detik.

Cina telah membentuk dua kelompok kerja dalam pengembangan 6G. Kelompok pertama terdiri dari beberapa eksekutif dari kementerian sektor terkait.

Mereka bertanggung jawab untuk mendukung upaya kelompok kedua, yang murni teknis. Kelompok kedua ini mencakup 37 ahli dari universitas, lembaga penelitian dan perusahaan teknologi.

Kendati Cina sudah memulai, penerapan teknologi 6G masih cukup lama. Berkaca pada pengembangan jaringan seluler sebelumnya, setidaknya butuh waktu 10 tahun hingga siap dikomersialkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini