Jangan Ragu Berikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Orang tua harus menjadi yang pertama mengenalkan edukasi seks sejak dini pada anak, karena dapat menghindari informasi yang salah seputar seksualitas.

Edukasi seks sebaiknya diberikan pada anak sejak mereka mengenal anggota tubuh. Saat anak mulai paham nama-nama bagian tubuh, seperti tangan, mata, termasuk juga nama alat kelamin, beri tahu anak nama yang tepat kalau penis, disebut penis. Begitu juga vagina.

Kemudian organ reproduksi juga bagian dari tubuh sama seperti tangan, kaki, dan lainnya. Oleh karena itu, orang tua jangan ragu dan tabu berbicara mengenai pendidikan seks pada anak.

Lantas apa pentingnya pendidikan seks dan memperkenalkan organ reproduksi yang benar pada anak? Yuk kita simak.

1. Membicarakan seks kepada anak sejak dini agar tak salah jalan

Ketika anak mengalami masalah kesehatan terkait organ reproduksi atau kekerasan seksual, mereka dapat menjelaskan dengan baik nama sesuai term atau istilah yang tepat. Ini bertujuan menghindari komunikasi yang salah ketika anak butuh pertolongan. Orang tua jangan ragu membuka topik pembicaraan seputar seksualitas pada anak.

Lebih baik anak mendapatkan informasi pertama mengenai hal itu dari orang tua mereka. Tentu saja informasi yang diberikan disesuaikan dengan usia anak. Takutnya anak mencari tahu atau bertanya kepada teman atau internet yang bisa menyesatkan.

2. Membicarakan seksualitas dengan remaja

Penting saat anak telah tumbuh pada masa remaja, orang tua membahas soal seks. Namun para remaja sering kali memprotes dan mengatakan bahwa mereka telah mengetahuinya.

Orang tua dapat mengingatkan anak-anak bahwa meskipun percaya sang anak sudah tahu semuanya, mereka tetap perlu berbicara tentang seks bersama.

Orang tua juga perlu untuk mengatakan bahwa penyakit menular seksual merupakan risiko normal untuk aktivitas seksual yang mungkin mereka temui selama hidup mereka dan bukan sebagai hukuman.

3. Bagaimana membahas masturbasi?
Masturbasi tidak harus menjadi topik yang sulit untuk dibicarakan dengan anak-anak. Perlu dikatakan, bahwa masturbasi adalah hal yang normal untuk dilakukan.

Penting untuk anak-anak diberitahu masturbasi itu artinya sudah mengerti atas tubuhnya dan kemudian orang tua dapat menyarankan sentuhan semacam itu dilakukan secara pribadi.

Jika anak-anak ingin melakukannya, mereka harus pergi ke kamar mereka untuk menyendiri. Tekankan pada anak pentingnya seks yang aman, dan pastikan anak remaja mengerti cara mendapatkan dan menggunakan kontrasepsi.

Dokter juga dapat menekankan pentingnya vaksinasi human papillomavirus (HPV) rutin baik untuk anak perempuan dan anak laki-laki untuk membantu mencegah kutil kelamin serta kanker serviks, anus, mulut dan tenggorokan, dan penis.

Reporter: Purwati Soleha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini