Relaksasi PPnBM Dongkrak Penjualan Mobil Selama Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pertumbuhan ekonomi saat ini sudah mulai terlihat khususnya, penjualan kendaraan roda empat. Hal itu imbas dari kebijakan relaksasi PPnBM untuk sektor industri manufaktur membuat permintaan kendaraan roda empat naik signifikan.

Pada periode pertama dengan diskon PPnBM 100 persen penjualan sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) sudah tumbuh ratusan persen.

Kondisi ini ditegaskan oleh Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto.

Menurutnya, penjualan Maret dan April 2021 menunjukkan peningkatan. Dan berharap penjualan di bulan selanjutnya terus meningkat. “Saat ini APM berusaha maksimal untuk bisa memenuhi permintaan pasar,” katanya.

Melansir data Gaikindo periode Januari-April 2021, penjualan ritel terus mengalami peningkatan. Perinciannya pada Maret 2020 penjualan ritel mobil sebanyak 77.515 unit kemudian tumbuh menjadi 79.499 unit pada April 2020.

Adapun pada periode Januari-April 2021, Toyota menduduki peringkat pertama penjualan terbesar di ritel sebanyak 80.176 unit dengan market share sebesar 31,1 persen.

Vice President Director Toyota Astra Motor, Henry Tanoto mengatakan kalau melihat trennya, industri otomotif nasional sudah menunjukkan tren peningkatan sejak kuartal IV 2020  tahun lalu ketika penjualan ritel kala itu meningkat 55,5 persen jika dibandingkan dengan kuartal III 2020.

Adapun tren positif ini terus berlanjut di tahun 2021. Ditambah dengan dukungan pemerintah melalui relaksasi PPnBM, peningkatannya pun menjadi lebih maksimal.

“Di Februari 2021 sebelum diberlakukannya PPnBM, penjualan ritel Toyota yaitu 12.500an unit. Di Maret, meningkat 110,9 persen menjadi 26.000-an unit. Di April juga masih berada di level yang sama yaitu hampir 26.000 unit,” katanya.

Pada empat bulan pertama ini, Henry memaparkan kontributor terbesar penjualan ritel Toyota masih didominasi dengan kendaraan 7 seater yaitu Avanza dengan penjualan sebanyak 17.700-an unit, Rush dengan 16.800-an unit, dan Kijang Innova dengan 15.100-an unit.

Henry bilang dirinya bersyukur atas permintaan yang cukup positif ini. Tentunya permintaan ini menunjukkan langkah demi langkah bahwa industri otomotif semakin bergairah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini