Jangan Panik, Ini yang Harus Kamu Lakukan saat Radang Tenggorokan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sakit tenggorokan nampaknya jadi momok menakutkan saat ini. Sebab, sakit tenggorokan atau radang kerap diartikan sebagai gejala Covid-19 varian omicron.

Meski begitu, kamu tak perlu panik jika mengalami radang tenggorakan. Ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan saat tenggorokan terasa sakit.

Apa saja tindakan tepat saat radang tenggorakan melanda? Yuk simak!

  1. Test Swab

Hal pertama yang dilakukan ialah test swab, baik PCR maupun Antigen. Hal ini agar kamu mengetahui segera apakah radang tenggorakan itu merupakan gejala Covid-19 atau tidak.

2. Perbanyak Air Putih

Selanjutnya adalah perbanyak minum air putih. Dilansir Halodoc, obat alami terbaik untuk mengatasi radang tenggorokan adalah memperbanyak minum air putih dengan suhu normal.

Hindari minuman manis dan air dingin ya. Hal itu bisa membuat tenggorakan lebih merah dan gatal.

3. Konsumsi Madu

Meski tak boleh konsumsi yang manis-manis, kamu tetap bisa minum madu saat radang tenggorokan. Hal ini lantaran madu memiliki efek antibakteri dan antivirus.

Mengonsumsi madu, baik secara langsung atau dicampurkan dalam minuman seperti air putih atau teh, terbukti efektif mengurangi produksi lendir dan rasa gatal di tenggorokan.

4. Istirahat

Satu lagi yang harus dilakukan saat  mengalami radang tenggorokan ialah istirahat yang cukup. Kurangi aktifitas dan tidur yang cukup selama delapan jam untuk mengembalikan kekebalan tubuh dan imunitas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini