Sah! Prilly Latuconsina Resmi Jadi Pemilik Persikota Tangerang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Ternyata keinginan aktris Prilly Latuconsina ingin ambil bagian dalam persepakbolaan Indonesia tidak main-main. Dirinya mengumumkan sebagai pemilik klub Persikota Tangerang yang tengah berjuang di Liga 3.

“Perempuan juga bisa! Akhirnya bisa resmi mengumumkan kalau sekarang aku bergabung di Persikota Tangerang sebagai pemilik,” tulis Prilly di Instagram pribadinya.

Rumor ketertarikan Prilly untuk membeli saham Persikota sudah berembus sejak pekan lalu. Manajer Persikota, Mahdiar, tak membantah Prilly berniat membeli saham tim berjuluk Bayi Ajaib tersebut.

Selain itu, Prilly sempat menyambangi latihan klub di Stadion Benteng, Jumat 21 Januari 2022. Setelah itu pemeran utama film horor ‘Danur’ ini berkunjung ke kediaman Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah pada Senin 24 Januari 2022.

Upaya Prilly untuk menjadi bagian Persikota ternyata tak main-main. Pemeran utama film “Kukira Kau Rumah” tersebut resmi menandatangani kesepakatan dengan Persikota.

“Aku akan memberikan yang terbaik agar Persikota bisa bangkit ke masa kejayaannya. Aku berharap beberapa tahun ke depan Persikota bisa menjadi salah satu tim terbaik dan juara Liga 1.”

“Tidak ada yang tidak mungkin. Semangat semuanya! @persikotafc1994,” tulis Prilly.

Sebelumnya, aktor komedi Gading Marten juga pernah dikaitkan dengan Persikota. Namun, Gading akhirnya batal bergabung dengan manajemen tim.

Kehadiran Prilly ke manajemen Persikota semakin menambah semarak artis yang terjun ke sepak bola. Sebelumnya Raffi Ahmad lebih dulu membeli klub Rans Cilegon FC.

Tim yang berdiri sejak 1994 itu pernah membuat kejutan di Liga Indonesia. Setahun setelah berdiri Persikota berhasil juara Divisi Dua dan semusim kemudian juara Divisi 1.

Persikota bahkan pernah lolos ke semifinal Divisi Utama Liga Indonesia 1999/2000. Saat ini Persikota berambisi kembali ke masa kejayaan mereka dengan suntikan dana segar dari aktris Prilly Latuconsina.

Persikota juga ditunjuk sebagai tuan rumah fase nasional Liga 3 2021/2022. Juara zona Banteng ini berharap menjadi tuan rumah bisa memuluskan jalan promosi ke Liga 2 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini