Jangan Keliru, Ini Waktu Tidur Siang yang Baik Serta Manfaatnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat memiliki waktu luang dan terlalu lelah dengan aktivitas yang telah dilakukan, sebagian orang terkadang memilih menggunakan sedikit waktunya untuk tidur siang. Tidur selingan dikala aktivitas padat ini ternyata memiliki beragam manfaat baik untuk tubuh.

Namun beberapa manfaat baik tersebut akan terasakan jika kamu melakukannya dengan benar. Sedangkan jika kamu melakukannya dengan salah, maka hanya dampak buruklah yang akan kamu rasakan. Lalu agar tidak keliru dan lebih terasakan manfaatnya, berapa lamakah waktu yang baik untuk tidur siang yang hanya selingan ini?

Dr. Reisa Broto Asmoro menuturkan, tidur siang yang baik, yaitu tidak lebih dari 30 menit. Pasalnya, tidur berlebihan saat siang hari ini tidaklah baik untuk tubuh. Akan ada banyak bahaya mengintai jika hal ini dilakukan secara berulang-ulang. Lalu untuk waktunya sendiri, ia pun mengatakan jika waktu yang baik untuk tidur siang adalah dalam rentang pukul 01.00 – 03.00 sore hari.

“Lebih baik tidur itu pada pukul 01.00 – 03.00 sore, jadi jam-jam tersebut adalah waktu yang sangat ideal untuk tidur siang,” ucap dr. Reisa Broto Asmoro.

Adapun beberapa manfaat yang akan kamu rasakan jika melakukan tidur siang dengan baik. Beberapa manfaatnya yaitu sebagai berikut:

1. Meningkatkan Konsentrasi

Kesulitan berkonsentrasi memang sering kali menyerang. Apalagi jika stress sedang melanda, kamu tentu akan mengalami kesulitan berkonsentrasi. Maka dari itu, saat hal ini terjadi segeralh untuk melakukan tidur siang.

2. Mengembalikan Energi Tubuh

Walaupun baru beraktivitas setengah hari, terkadang padatnya hal yang dilakukan membuat tubuh menjadi cepat lelah dan kekurangan energi. Dengan beristirahat dan menidurkan tubuhmu sejenak, energi yang sebelumnya sempat habis dapat kembali pulih seperti sedia kala.

3. Menyegarkan Tubuh

Tidur siang yang dilakukan dengan baik sesuai anjuran, dapat membuat tubuhmu kembali segar. Sedangkan jika hal ini dilakukan dengan berlebihan, kamu hanya akan merasakan dampak buruknya seperti pusing dan mengantuk berlebihan. Maka dari itu, saat tubuhmu lelah cara terbaik untuk kembali menyegarkan adalah dengan tidur siang sesuai anjuran.

4. Meringankan Stres

Sebuah penelitian mengatakan bahwa, saat sedang dalam keadaan stress dan mengarah pada frustasi, tidur siang dapat membantu meredakan hormon-hormon pemicu stress. Sehingga saat bangun, tubuh akan kembali rileks dan stress berkurang.

5. Baik untuk Kesehatan Jantung

Sebuah penelitian mengatakan bahwa, orang yang tidur siang selama 45 – 60 menit memiliki tekanan darah cenderung normal. Sehingga tidur siang sejenak ini dapat memulihkan tubuh dari situasi yang penuh tekanan.

6. Membuat Kualitas Tidur Menjadi Lebih Baik

Manfaat selanjutnya yang akan kamu rasakan jika melakukan tidur siang dengan benar adalah membuat kualitas tidurmu saat malam hari menjadi lebih baik. Namun hal ini perlu didukung dengan beberapa kegiatan seperti berolahraga secara rutin.

Selain dapat memperbaiki kualitas tidur, kombinasi dari tidur siang dan rutin berolahraga ini dapat juga membuat kesehatan mental dan fisik menjadi lebih baik. Itu dia beberapa manfaat dan waktu terbaik untuk tidur siang. Usahakan untuk tidur siang dengan benar sesuai anjuran ya! Pasalnya, jika keliru akan ada banyak bahaya yang malah mengintaimu.

Penulis: Rini Apriliani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Refocusing Anggaran MBG Makin Berpihak pada Kerentanan

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Setelah lebih dari satutahun berjalan dan menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah, pemerintah kini melakukan refocusing atau penajaman sasaran program. Langkahtersebut bukan sekadar upaya efisiensi anggaran, melainkan bagian dari strategi untukmemastikan setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar memberikan dampakmaksimal terhadap perbaikan gizi masyarakat, khususnya kelompok yang paling rentan.Di tengah tantangan fiskal global, tekanan ekonomi internasional, serta kebutuhanpembangunan di berbagai sektor, pemerintah memilih pendekatan yang lebih terukur. Fokus tidak lagi semata-mata pada besarnya jumlah penerima manfaat, tetapi padakualitas intervensi dan ketepatan sasaran. Pendekatan ini menunjukkan bahwapemerintah tidak sedang mengurangi komitmen terhadap pembangunan sumber dayamanusia, melainkan memperkuat efektivitas program agar hasilnya lebih nyata.Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menjadi figur yang pertama kali menjelaskan arah kebijakan baru tersebut. Menurutnya, pemerintah telah memutuskanuntuk menggeser orientasi program dari mengejar kuantitas menuju peningkatankualitas pelaksanaan. Dalam berbagai kesempatan, Nanik menegaskan bahwa BGN tidak lagi menjadikan target puluhan juta penerima sebagai satu-satunya ukurankeberhasilan program. Sebaliknya, perhatian diarahkan pada kelompok yang paling membutuhkan intervensi gizi, terutama masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, danterluar (3T), wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, serta kelompok rentan lainnya. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah sedang membenahi tata kelola program melaluirefocusing penerima manfaat, optimalisasi dapur yang sudah ada, moratorium pembangunan dapur baru, serta pencarian sumber pendanaan alternatif agar bebanAPBN dapat lebih terkendali. Langkah tersebut diyakini dapat menghasilkanpenghematan yang signifikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan gizi yang diterima masyarakat.Lebih jauh, Nanik menilai bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukanoleh jumlah paket makanan yang dibagikan setiap hari. Yang jauh lebih penting adalahsejauh mana program mampu menurunkan angka stunting, memperbaiki status gizianak, serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil dan kelompok rentan. Karenaitu, pemerintah memilih untuk mengarahkan sumber daya pada wilayah yang selama inijustru belum banyak tersentuh layanan gizi. Pendekatan tersebut sejalan denganarahan Presiden agar manfaat program dapat lebih dahulu dirasakan oleh masyarakatyang menghadapi kerentanan paling tinggi. Setelah arah kebijakan tersebut dijelaskan oleh Kepala BGN, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari kemudian memberikan gambaran lebih rinci mengenai implementasirefocusing yang sedang disiapkan pemerintah. Menurut Agustina, BGN saat inimelakukan berbagai simulasi untuk memastikan bahwa indikator keberhasilan program dapat dicapai secara lebih efektif dan spesifik. Evaluasi dilakukan terhadap komposisipenerima manfaat agar intervensi gizi benar-benar menyasar kelompok yang memilikikebutuhan paling besar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang menelaah kembalicakupan penerima manfaat yang sebelumnya dirancang sangat luas, sehingga program dapat menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dalam jangka panjang.Agustina juga menekankan bahwa proses penyesuaian tersebut merupakan bagiannormal dari perencanaan anggaran pemerintah. Dengan mempertimbangkan efektivitasprogram dan kondisi fiskal negara, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiapalokasi anggaran memberikan manfaat yang optimal. Dalam berbagai pembahasananggaran tahun 2027, BGN mengkaji kemungkinan pengurangan penerima manfaatyang dinilai tidak lagi menjadi prioritas utama, sehingga ruang fiskal dapat difokuskankepada kelompok yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi. Pendekatan inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak mengurangi perhatian terhadap isu gizi, melainkan memperkuat ketepatan sasaran kebijakan.Pandangan tersebut mendapat dukungan dari kalangan pasar dan pelaku ekonomi. Head of Research Kiwoom Sekuritas,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini