Jadi Psikopat di ‘Mouse’, Lee Seung-gi Tak Maafkan Tokoh Jung Ba Reum

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktor Korea Selatan Lee Seung-gi baru-baru ini mengungkapkan perasaannya setelah memerankan tokoh Jung Ba-reum di drakor thriller, ‘Mouse’. Aktor 34 tahun ini mengatakan dirinya tak akan memamaafkan tokoh psikopat tersebut.

Hal tersebut disampaikannya dalam video di balik layar drama ‘Mouse’ terakhir yang diunggah beberapa waktu lalu.

“Ba-reum, aksi dan kejahatanmu tidak bisa dimaafkan,” ucap Lee Seung-gi.

Meski demikian, aktor yang tengah dikabarkan dekat dengan Lee Da-in itu menyampaikan dirinya kasihan pada sosok Ba Reum. Ia pun akan mengenang tokoh psikopat itu yang perdana ia perankan dalam debut kariernya di drama Korea.

“Namun, ketika saya melihat Ba-reum, saya merasakan kesedihan dan kasihan. Saya tidak bisa bersimpati tapi saya akan mengenang Ba-reum. Terima kasih Ba-reum karena telah menghampiri saya,” ucapnya.

Dalam drama tersebut, Lee Seung-gi berperan sebagai Jung Ba-reum. Pada episode-episode awal, sosoknya digambarkan sebagai polisi yang penuh kasih sayang dan begitu disukai banyak orang.

Namun, siapa sangka, di akhir-akhir episode, sosok Jung Ba-reum ternyata seorang psikopat kejam dan merupakan dalang dari para kasus pembunuhan. Momen itu sontak mengejutkan para penonton.

Drama ‘Mouse’ rilis pada Maret 2021. Drakor bergenre thriller misteri itu tamat pada 20 Mei 2021 lalu.

Selain Lee Seung-gi, drama ini juga diperankan aktor Lee Hee Joon yang berperan sebagai detektif dan terobsesi menyelesaikan dendamnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini