J-Hope BTS Berbagi Perasaan Setelah Tampil di Lollapalooza: Ini adalah Momen yang Berarti Bagiku

Baca Juga

MATA INDONESIA, CHICAGO – J-Hope BTS baru saja melakukan konser solo pertamanya lewat festival musik terbesar di AS, Lollapalooza. Dia berbagi perasaannya usai tampil di festival tersebut melalui siaran langsung lewat platform komunitas penggemar, V Live.

Mengutip dari Soompi, J-Hope telah membawakan total 18 lagu di festival itu. Termasuk lagu-lagu dari album solonya ‘Jack In The Box’, mixtape pertamanya ‘Hope World’, dan ‘Chicken Noodle Soup’ yang ditampilkan bersama Becky G.

Tak hanya itu, dia juga membawakan dua lagu grupnya, yakni ‘BTS Cypher Pt. 1’ dan ‘Dynamite’. Menjelang akhir penampilannya, pelantun ‘Arson’ ini berbagi perasaannya dan menyatakan bahwa hari itu adalah momen yang berarti baginya.

“Ini hanyalah bagian dari proses album yang dimulai dengan keserakahan dan ambisi (untuk) mencapai grand final,” katanya.

Ia juga berterima kasih pada semua pengunjung dan ia merasa bangga bisa melalui momen itu meski sendirian di atas panggung, tanpa adanya member BTS lain.

“Ini suatu kehormatan. Ini agak memalukan, tapi aku ingin mengatakan aku bangga pada diriku sendiri. Karena telah mengatasi momen ini,” lanjutnya.

Meski tak berada di atas panggung bersama J-Hope. Tapi salah satu member BTS, Jimin, hadir di sana sebagai penonton spesial.

“Aku benar-benar menonton sebagai penggemar hari ini,” kata Jimin lewat siaran langsung bersama J-Hope usai penampilannya usai dan kembali ke hotel.

J-Hope juga mengatakan bahwa Jimin sudah menjadi peran besarnya dalam mempersiapkan penampilannya. Jimin terus mendukungnya saat itu.

“Bantuan Jimin memainkan peran besar. Saat mempersiapkan Lollapalooza, aku berada di dunia yang gelap. Tapi (Jimin) menjadi cahayaku,” kata J-Hope.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini