Isoman Kelar & Negatif Covid-19, Yoo Jae Suk Langsung Kerja Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Yoo Jae Suk akan kembali beraktifitas usai menjalani isolasi mandiri (isoman) yang akan berakhir. Ia menghadiri syuting untuk ‘Hangout With Yoo’ minggu ini.

Menurut Antenna, agensi Yoo Jae Suk, pria yang dijuluki ‘MC Nasional’ itu akan menghadiri syuting untuk variety show MBC ‘Hangout With Yoo’ pada 5 Agustus 2021. Isoman berakhir dan hasil tesnya menunjukkan negatif Covid-19.

“Yoo Jaesuk menerima hasil negatif untuk COVID-19 setelah seorang anggota staf MBC ‘Hangout With Yoo’ dinyatakan positif. Dia melakukan karantina sendiri setelah dia diklasifikasikan sebagai individu ‘kontak dekat’,” bunyi pernyataan Antenna.

“Namun, dia kemudian direklasifikasi sebagai pengamat, tetapi masih membatalkan semua jadwalnya untuk tindakan keamanan. Kami sangat menghargai semua orang yang mengkhawatirkan dan mendukung Yoo Jae Suk, dan semua pekerja medis yang berada di garis depan dalam cuaca panas,” lanjutnya.

“Kami akan melanjutkan aktivitas kami sambil memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua artis dan karyawan kami, dan ikuti pedoman kesehatan secara menyeluruh.”

Diketahui bahwa Yoo Jae Suk menjalani tes untuk COVID-19 pada Jumat 23 Juli 2021, setelah salah satu anggota staf dari “You Quiz on the Block” tvN dinyatakan positif terkena virus tersebut. Setelah melakukan tes, hasil menunjukkan bahwa Yoo Jae Suk negatif COVID-19.

Sesuai dengan instruksi dari otoritas kesehatan, Yoo Jae Suk melakukan isolasi mandiri sebagai tindakan pencegahan. Beruntung, karena adanya siaran Olimpiade 2021, jadwal syuting semua program yang dibawakan Yoo Jae Suk bisa diundur hingga dirinya selesai isoman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini