iOS 15 Trending Topic di Twitter, Ini Daftar iPhone yang Dapat Jatah!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perusahaan Apple mulai memperkenalkan iOS 15 yang siap dinikmati para penggunanya. Kabar tersebut disampaikan dalam acara Worldwide Developer Conference (WWDC) yang digelar tadi malam.

Munculnya perkenalan iOS 15 ini sontak menghebihkan warganet. Bahkan, informasi iOS 15 itu kini menjadi trending topic di Twitter dna sudah dicuitkan pengguna sebanyak 35 ribu lebih.

Nantinya, iOS 15 ini bakal memberikan sejumlah fitur terbaru yang bisa dinikmati para pengguna Apple. Mulai dari pembaruan FaceTime, notifikasi, kontrol privasi dan lain sebagainya.

Namun, meski segera diluncurkan, tak semua iPhone dan gadget Apple lainnya yang bisa mendapatkan iOS 15. Lantas, iPhone dan produk Apple apa saja yang bakal kebagian jatah iOS 15? Yuk simak!

  1. iPhone 12
  2. iPhone 12 mini
  3. iPhone 12 Pro
  4. iPhone 12 Pro Max
  5. iPhone 11
  6. iPhone 11 Pro
  7. iPhone 11 Pro Max
  8. iPhone XS
  9. iPhone XS Max
  10. iPhone XR
  11. iPhone X
  12. iPhone 8
  13. iPhone 8 Plus
  14. iPhone 7
  15. iPhone 7 Plus
  16. iPhone 6s
  17. iPhone 6s Plus
  18. iPhone SE (1st generation)
  19. iPhone SE (2nd generation)
  20. iPod touch (7th generation)

Buat kamu yang menggunakan iPhone dan produk Apple selain di atas, kamu tak bisa mengunduh iOS 15 ya! iOS 15 sudah bisa dicicipi para developer mulai Selasa 8 Juni 2021. Apple baru mengirimkan versi Public Beta pada Juli mendatang, dan versi final pada September, 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini