Ini Trik Mengendalikan Mobil Matik di Jalan Menurun

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Emang lebih praktis saat mengendarai mobil matik. Terutama saat berkendara di tengah kemacetan Ibu Kota. Meski begitu, bukanlah perkara mudah bagi pengendara mobil matik, saat menghadapi turunan tajam.

Soalnya, teknik untuk menghadapi jalan menurun bersama mobil matik ini berbeda dibandingkan mobil bertransmisi manual. Kalau di mobil manual, pengemudi bisa menggunakan gigi rendah dan engine brake. Kalau di mobil matik gimana caranya?

Berikut adalah teknik mengeksekusi jalan menurun menggunakan mobil matik, melansir mobil88.

Mengerem di turunan menggunakan mobil matik juga harus menggunakan engine brake sama seperti di mobil manual. Hanya ada triknya, yaitu memindahkan tuas transmisi dari D ke gigi 3 atau 2, sehingga mobil bisa melakukan engine brake. Dengan begini kondisi rem mobil terbantu oleh engine brake.

Nah hal yang perlu dihindari saat melewati turunan tajam adalah jangan memaksakan mengerem mobil matik saat di turunan, sebab bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Misalnya komponen rem akan panas, dan membuat rem blong. Ini dikarenakan minyak rem mendidih saat menginjak pedal rem terlalu keras saat turunan, atau dikenal sebagai vapor lock.

Nah bisa jadi, pemahaman ini yang belum diketahui secara luas bagi para pengemudi mobil matik. Maka jangan heran kalau kerap ditemui kecelakaan saat mobil melintasi turunan yang cukup terjal.

Penyebabnya bisa jadi skill dari pengemudi sendiri kurang mumpuni. Kedua, faktor kendaraan yang kurang siap juga berpotensi menjadi penyebab kejadian petaka.

Untuk itu, para pengemudi diwajibkan untuk mengecek rem secara rutin. Sebab mobil matik sangat bergantung dengan rem. Cek kondisi kampas rem apakah masih tebal, kemudian juga cek minyak rem jangan sampai kurang dari batas minimal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini