Ini Peralatan Bagi Seorang Pemula yang Ingin Bersepeda

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Banyak hal yang bisa dilakukan bagi pemula yang ingin olahraga dengan bersepeda. Tak hanya sekadar membeli sepeda dan kemudian gowes. Tanpa persiapan atau minimnya informasi, membeli sepeda seolah tak ada artinya. Apalagi kegiatan bersepeda ini dilakukan setiap hari.
Dikutip dari sepeda.me, berikut ini peralatan yang bisa dibeli oleh pesepeda untuk mendukung kegiatan olahraganya.

1. Sepeda

Tren sepeda lipat Brompton muncul saat Direksi PT Garuda Indonesia ketahuan menyeludupkan sepeda ini di pesawat. Harga sepeda buatan Inggris ini memang cukup mahal. Nah, apakah kita juga harus ikut-ikutan membeli merek sepeda ini?

Pastinya kita harus menentukan sepeda yang kita inginkan dan sesuai dengan keperluan. Kamu bisa membeli road bike, urban bike, atau sepeda lipat bila akan bersepeda di jalan aspal yang mulus. Namun bila ingin off road, maka sepeda gunung akan lebih cocok.

2. Helm

Saat bersepeda di jalan raya, helm menjadi peralatan yang wajib digunakan. Jika jatuh dari sepeda, helm dapat mencegah kemungkinan terburuk. Pastikan memilih helm yang cocok bagi kita dan mampu melindungi kepala dengan benar.

3. Kacamata

Saat bersepeda di siang yang panas dan terik sebaiknya memakai kacamata. Hal ini tidak hanya melindungi mata dari sinar matahari. Kacamata membantu menghalau angin dan mencegah mata iritasi. Selain itu, kacamata juga menjaga mata kita dari tabrakan serangga, terpaan hujan, dan material lain seperti debu.

4. Gembok

Ini juga peralatan yang wajib ada di setiap sepeda. Apalagi kalau kita akan meninggalkan sepeda di tempat parkir. Maka kuncilah. Gembok sepeda tidak terlalu mahal, namun bisa meminimalkan risiko sepeda dicuri.

5. Cover

Saat kita menyimpan sepeda di rumah. tentunya harus ada cover untuk menutupnya. Belilah cover atau penutup untuk melindungi sepeda dari cuaca panas dan hujan. Jika sepeda tidak dibungkus dengan kain penutup saat diparkir di luar, beberapa minggu kemudian kita akan melihat kerusakan pada cat-nya atau bisa lebih buruk. Warna memudar, rantai berkarat, dan korosi pada baut bisa terjadi karena cuaca.

6. Botol Minum

Ini juga wajib ada di sepeda. Apalagi jika kamu bersepeda dalam jarak yang cukup jauh, maka sebaiknya banyak minum agar tidak mengalami dehidrasi. Karenanya diperlukan botol minum yang dapat dibawa dengan mudah, baik di dalam tas maupun di frame sepeda.

7. Pompa ban dan perkakas lain

Rasanya membuang waktu jika kita harus mengakhiri perjalanan dengan membawa sepeda ke bengkel karena ban bocor atau masalah lain. Kita butuh alat (pembuka ban dan kunci-kunci) serta pengetahuan untuk menangani perbaikan sepeda yang paling umum. Pompa ban yang bagus dengan ukuran kecil agar mudah dibawa, perkakas dan ban dalam cadangan akan memudahkan kita selama bersepeda.

8. Lampu dan reflektor

Bersepeda tidak harus dilakukan pada pagi atau siang hari. Kadang-kadang bersepeda ketika hari sudah gelap, misalnya saat pulang kantor. Bila kondisi gelap, maka pesepeda tanpa lampu atau refleltor bisa tidak terlihat pengguna jalan lain. Umumnya orang memasang dua lampu untuk sepeda, yakni lampu depan untuk menerangi jalan, dan lampu belakang yang lebih redup agar orang lain melihat kita.

Reporter: Nabilla Octavia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini