Ini Alasan Lesti Kejora Temui Rizky Billar di Polres Metro Jakarta Selatan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rizky Billar resmi ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. Lesti Kejora tiba-tiba datang untuk menemui sang suami. Kabarnya, dia hadir untuk berdamai dan mencabut laporan.

Lesti tiba di Polres Metro Jakarta Selatan saat polisi sedang menggelar jumpa pers terkait penahanan Rizky Billar sebagai tersangka kasus KDRT, Kamis 13 Oktober 2022.

“Saudari L (datang) untuk menemui suaminya,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi.

Kabarnya Lesti berniat untuk damai dengan Rizky dan mencabut laporannya. Menurut Nurma, hal ini bisa saja terjadi karena sifatnya delik aduan.

“Yang jelas jika memang ada perdamaian, kemudian memang ada pencabutan untuk perkara, tapi itu lagi proses,” ujarnya.

“Kalau delik aduan itu bisa ada pencabutan, perdamaian, tapi melalui proses. Wewenang ada di penyidik, kami juga mengacu pada UU KDRT,” ungkapnya.

Sebelumnya, Rizky Billar mengklaim Lesti akan mencabut laporannya soal kasus KDRT.

“Istri saya mau cabut laporan,” ujar Rizky, di Polres Metro Jakarta Selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini