Indro Warkop Nangis, Takut Warkopi Dipenjara 4 Tahun

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Polemik antara Warkop dan Warkopi belum menemui titik ujung. Indro mengatakan, apa yang dilakukan Warkopi melanggar pidana dan terancam penjara empat tahun.

Nama Warkopi belakangan menjadi pembicaraan hangat karena ada tiga pemuda yang wajahnya mirip Dono, Kasino, dan Indro. Masalah muncul ketika mereka membuat nama Warkopi dan tampil secara komersil.

Apa yang dilakukan Warkopi melanggar HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) milik Warkop. Indro, sebagai satu-satunya personel Warkop tersisa, menegaskan, brand yang dia daftarkan tidak boleh dipakai sembarangan tanpa adanya izin.

“Ini lho brand, mau nggak mau brand itu kan muka gue, Dono sama Kasino. Apalagi logonya seperti itu, itu yang didaftarkan,” kata Indro, di podcast Deddy Corbuzier.

Indro mengaku kaget dan sedih ketika mengetahui tindakan Warkopi termasuk kasus pidana, bukan perdata. Apalagi ancaman hukumannya penjara empat tahun. Sebagai seorang bapak, Indro nggak mau ketiga pemuda itu harus masuk bui nantinya.

“Gue nggak pengen jadi pro-kontra ya, ini masalah hukum. Kalau ini diteruskan, sebenarnya gue nggak ingin sampai ke sana. Kasihan. Begitu gue dengar Dirjen HAKI sendiri ngomong bahwa ternyata bahwa ini bisa masuk pidana, ancaman hukuman empat tahun dan dendanya M-an (miliaran),” ujarnya.

“Ini berat-lah. Tadinya gue pikir hanya perdata. Ternyata enggak, masuknya pidana. Mudah-mudahan (kasus) ini tidak sampai ke sana. Mudah-mudahan mereka juga sadar. Kalau sampai ke hukum, sedih gue,” ucapnya.

“Empat tahun penjara buat yang ngelakuin, tiga orang itu dan manajemennya. Menurut Dirjen HAKI yang gua baca. Sedih gue (karena) gue bapak Ded. Mereka anak-anak. Makanya sekarang gue lebih diem,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini