Presiden Jokowi Berdoa Lama di Sumur Lubang Buaya, Lalu Tangan Kanannya Dijulurkan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Jokowi tampak berdoa di depan sumur yang menjadi tempat pembuangan enam jenderal dan seorang perwira pertama korban Gerakan 30 September yang dimotori PKI.

Hal itu dilakukan Jokowi usai menjadi inspektur upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat 1 Oktober 2021.

Sebelumnya, seperti digambarkan video di akun Setpres, tampak Presiden Jokowi diiringi ibu negara Iriana dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang didampingi Ibu Wury Estu Handayani berjalan beriringan menuju sumur tersebut dari tempat upacara.

Sesampainya di depan sumur Ma’ruf menengadahkan tangannya yang diikuti Jokowi. Namun, Jokowi lebih lama membaca do’a sambil menundukkan kepala.

Sementara Ibu Negara terlihat mengamati suaminya dengan seksama kala berdoa. Usai berdoa tangan kanan presiden tampak menjulur di atas sumur.

Lalu mereka menyudahi prosesi peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2021 yang bertepatan dengan Hari Jumat ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini