HYBE Sudah Rencanakan Pemasarannya Agar IPO Tak Turun Jika BTS Pergi Wamil

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Baru-baru ini semua harga saham perusahaan hiburan utama Korea Selatan telah mengalami penurunan besar. Maka dari itu, HYBE sudah merencanakan pemasarannya agara IPO-nya tak turun drastis saat BTS diharuskan wamil.

Melansir dari Allkpop, di pusat kota pasar global tela menganalisis bahwa daya saing bisnis harus dibuktikan dan potensi pertumbuhan harus diamankan untuk mendorong harga saham.

Dalam kasus HYBE, ketidakpastian tentang wajib militer BTS berdampak besar pada data kuartal pertama IPO mereka. Sebab BTS merupakan sumber pendapatan terbesar perusahaan tersebut.

Namun pihak pejabat HYBE mengatakan bahwa perusahaan hiburan itu telah menyiapkan rencana yang diharapkan untuk scenario di mana anggota BTS terdaftar wamil.

Untuk menanggapi lingkungan yang berubah dengan cepat, perusahaan hiburan kini berkonsentrasi pada diversifikasi bisnis. Karena kondisi internal dan eksternal berubah dengan cepat dan tak mungkin hanya mengandalkan seniman.

Jadi HYBE kini tengah fokus dalam pembuatan game metaverse untuk mengantisipasi hal tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini