HYBE Diduga Melakukan ‘Negosiasi’ dengan Korban Bullying Kim Garam LE SSERAFIM, Skandal Terselesaikan?

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Ada desas-desus baru dari skandal Kim Garam LE SSERAFIM. Kabarnya HYBE telah berbicara secara pribadi dengan korban bullying terkait kemungkinan penyelesaian masalah kasus tersebut.

Melansir dari Allkpop, kuasa hukum korban telah merilis pernyataan pada 23 Mei 2022 bahwa mereka tidak memiliki pernyataan tambahan. Sebab mereka tengah mendiskusikan solusi dengan HYBE.

Dengan pernyataan tersebut, netizen mengharapkan HYBE untuk menyelesaikan masalah dengan korban agar Kim Garam bisa kembali dari hiatusnya usai masalah terselesaikan. Tapi beberapa di antaranya berharap HYBE mengeluarkan artis tersebut dari grup dan agensi.

Dalam wawancara ‘Weverse Magazine’, Kim Garam mengungkapkan bahwa dirinya telah mulai mengikuti audisi pada 2018 yang mana merupakan saat itu sang artis menerima hukuman ‘tingkat 5’. Jika klaim korban benar, maka kemungkinan Garam ikut audisi di tahun yang sama pada saat dirinya dihukum karena perundungan.

Sementara, pihak agensi sampai saat ini masih bungkam terkait skandal salah satu member LE SSERAFIM itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini