Horor Aksi Pamer Kelamin di Karawang, Begini Cara Menghadapinya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Belakangan ini warga terutama para siswi di Karawang, Jawa Barat, dibuat waswas dengan aksi mesum sekelompok pemuda. Aksi mesum tersebut tak hanya menyasar para siswi, namun juga orangtua dan guru. Sasaran aksi mesum mereka kebanyakan siswi SMP yang pulang sekolah. Pria – pria mesum ini kerap pamer alat vital pada para korban.

Tahukah kamu jika aksi tersebut termasuk dalam kelainan seksual? Aksi pamer alat kelamin ini disebut sebagai eksibisionis. Dijelaskan Lisda Sofia, dosen psikologi Unmul, gangguan itu belum banyak diketahui masyarakat luas, karena jarang sekali penderitanya.

Ini merupakan salah satu penyimpangan seksual di mana pelaku mengalami rangsangan ketika memperlihatkan alat vitalnya kepada lawan jenis. Dilihat dari segi psikologi, pelaku bahkan merasa senang jika orang yang melihat aksinya berteriak ketakutan.

“Eksibisionis berbeda dengan selfie yang dilakukan oleh wanita dengan memperlihatkan tubuhnya kepada orang lain. Sebab tujuannya untuk mendapatkan pujian dan menjadi pusat perhatian. Sedangkan eksibisionis pada umumnya hanya dialami laki-laki dewasa dan belum diketahui apakah hanya dilakukan bagi yang belum menikah atau sudah,” ungkapnya seperti dikutip dari situs Sketsaunmul.co.

“Eksibisionis jangan disamakan dengan orang gila yang keliaran di luar, yang biasanya tidak memakai pakaian. Berbeda, itu karena memang akalnya tidak sampai.” Lantas, jika kamu menjadi korban dari para pelaku eksibisionis ini harus apa? Menurut dosen psikolog Umul ini, ketika berhadapan dengan pengidap eksibisionis, terutama perempuan sebagai korban, tindakan paling tepat yaitu jangan berteriak.

“Dia akan senang apabila si korban berteriak, semakin kita tenang dan cuek, dia malah semakin tidak terangsang, ilfeel, dan pergi,” tambah Lisda.

Oleh sebab itu, penderita eksibisionis akan selalu mencari korban yang berteriak karena ketakutan dan jika tidak ada respon dari korban, ia akan mencari wilayah lain.

Setelah pelaku menghilang, segera melapor dan berikan ciri-ciri pelaku. Jika perlu sertakan bukti yang kamu miliki. Hal itu agar pelaku tidak melakukan hal serupa pada yang lain dan merambah ke tempat lainnya. (Tisa)

Berita Terbaru

Wujudkan Women Support Women, Bupati Sleman Launching Aksi Putaran Sumringah

SLEMAN – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meresmikan Aksi Perubahan Pusat Pembelajaran Perempuan Semua Merasa Riang Menggapai Harapan (Putaran...
- Advertisement -

Baca berita yang ini