Henny Rahman Bongkar Alasan Menikah Cepat dengan Alvin Faiz: Gak Mau Pacaran

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sosok Henny Rahman ramai diperbincangkan netizen usai memutuskan menikah dengan Alvin Faiz. Nama mereka berdua viral dan jadi bulan-bulanan warganet.

Terbaru, Henny buka suara terkait penrikahannya dengan Alvin yang merupakan sahabat sang mantan suami, Zikri Daulay. Henny angkat bicara atas keputusannya menikah dengan Alvin yang baru bercerai dengan Larissa Chou Juni 2021 lalu.

Henny mengatakan dirinya tak ingin berpacaran sehingga ingin menikah cepat dengan Alvin.

“Kenapa cepat (menikah)? Karena memang gak mau pacaran. Walaupun bukan bang Alvin orangnya, ketika ada yang mau dan siap menerima aku dan Zayn, siap menyayangi kami, aku gak mau pacaran,” tulis Henny yang dire-post akun Twitter, @areajulid, Senin 16 Agustus 2021.

Lebih lanuut, ibu satu anak itu menegaskan bahwa tak ada rebut merebut di antara dirinya dengan Alvin dan Zikri. Ia mengatakan menjalin hubungan dengan Alvin setelah dirinya resmi menjanda.

“Jadi di sini tidak ada istilah merebut dan direbut,” tulis Henny.

Sebelumnya, nama Henny dan Alvin ramai dibicarakan setelah kabar pernikahan mereka menyebar. Padahal, Alvin Faiz belum lama bercerai dari sang mantan istri, Larissa Chou.

Momen itu diperparah dengan status Alvin yang merupakan sahabat dekat mantan suami Henny, Zikri Daulay. Netizen pun seolah mempertanyakan pertemanan mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini