Harry dan William Takkan Berdampingan di Pemakaman Kakeknya

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Kerajaan Buckingham merilis detail prosesi pemakaman Pangeran Philip. Disebutkan bahwa Pangeran William dan Pangeran Harry takkan berdampingan.

Pemakaman akan digelar pada Sabtu 17 April 2021 di Gereja St. George’s. Pangeran Philip, suami dari Ratu Elizabeth II, meninggal dunia pada Jumat 9 April 2021 waktu setempat di usia 99 tahun.

Pangeran Philip yang lahir di Yunani, 10 Juni 1921 menikah dengan Putri Elizabeth tahun 1947 atau lima tahun sebelum Putri Elizabeth menjabat sebagai Ratu.

Pemakaman Pangeran Philip rencananya akan disiarkan langsung televisi. Sesuai surat wasiatnya, beliau tak ingin pemakamannya dilakukan secara besar-besaran seperti layaknya keluarga kerajaan.

Kerajaan Buckingham sudah merilis detail terkait pemakaman Pangeran Philip, termasuk 30 nama yang akan hadir. Selain itu, sudah ditentukan pula siapa dan dimana posisi anggota keluarga kerajaan dalam prosesi pemakaman.

William dan Harry akan bergabung dengan anggota keluarga keraan lainnya berjalan di belakang peti mati kakeknya. Tapi, mereka tak berjalan berdampingan. Di antara Harry dan William ada Peter Phillips, putra dari Putri Anne.

Untuk proses kedua di gereja, William akan berjalan bersama Peter. Di belakang mereka ada Harry dan David Amstrong-Jones, putra Putri Margaret.

Pihak kerajaan membantah apa yang ditetapkan ada kaitannya dengan hubungan Harry dan keluarga kerajaan yang memburuk usai wawancara bersama Oprah Winfrey.

“Ini adalah pemakaman dan kami takkan terpengaruh dengan persepsi drama. Pengaturan ini sudah disetujui dan mewakili permintaan yang mulai Ratu,” ujar juru bicara kerajaan, dikutip dari People, Jumat 16 April 2021.

Setelah tiba di dalam gereja, semua yang hadir diwajibkan memakai masker dan duduk berjarak sesuai dengan protokol Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini