Harapan Dewi Perssik usai Cerai Ketiga Kali: Dapat Pria yang Mencuri Hati, Bukan Mencuri Harta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pengadilan Agama Jakarta Selatan resmi menyatakan Dewi Perssik dan Angga Wijaya bercerai, Senin 1 Agustus 2022. Dewi berharap, di masa depan bertemu laki-laki yang mencuri hatinya, bukan mencuri harta.

Dewi Perssik menerima keputusan majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan lapang dada. Pedangdut itu akan berusaha menjadi manusia lebih baik lagi di masa mendatang.

“Jadi janda kan aku nggak bisa mengubah takdir dari Allah. Jadi, aku cuma bisa menikmati dan mencoba menjadi manusia yang lebih baik. Kalau misalkan diuji ya namanya manusia ya aku harus menerima ujian itu dengan lapang dada,” ujarnya.

Dewi Perssik mengaku trauma setelah tiga kali gagal berumah tangga. Sebelumnya, dia pisah dari Saipul Jamil dan Aldi Taher. Meski sudah selektif memilih pasangan, tetap saja bahtera rumah tangganya kandas.

“Kalau trauma sih dibilang trauma selama ini aku tuh selalu membangun rumah duka. Aku pengennya membangun rumah tangga. Iya dari dulu aku tuh selektif banget. Tapi mungkin karena aku orangnya terlalu percaya, sehingga untuk kesekian kali aku menerima ini lagi,” katanya.

“Harapannya, aku nggak berani berharap takut kecewa lagi. Aku sudah menikmati saja hidup ini, apa kata Allah saja. Semoga dapat laki-laki yang tulus sama aku, yang benar-benar mencuri hatiku, bukan mencuri hartaku,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini